Wamendiktisaintek Stella Christie saat meninjau lokasi Sekolah Garuda baru di Kalimantan Utara (Kaltara). Foto: Dok Kemdiktisaintek
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) siap membangun Sekolah Garuda baru di Kalimantan Utara (Kaltara). Sekolah Garuda ini akan berdiri di atas lahan seluas 20 hektare (ha).
Sekolah Garuda adalah sekolah berasrama jenjang SMA dengan pendekatan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Program ini menjadi salah satu dari delapan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden. Sekolah ini akan merekrut siswa terbaik dari di Indonesia, dengan kekhususan bagi putra daerah setempat.
“Kami percaya, anak-anak yang berprestasi hadir juga dari Kaltara. Tapi peluang belum merata. Sekolah Garuda adalah pencipta peluang itu,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, dikutip dari katerangannya, Minggu (13/7/2025).
Stella pada Jumat lalu sempat meninjau dua lokasi, yaitu kawasan Bukit belakang Kantor DPRD dan wilayah Jelarai Selor di Kabupaten Bulungan. Dari hasil peninjauan itu, lokasi di Bukit dinilai paling siap untuk diajukan sebagai kandidat pembangunan sekolah.
Pemerintah daerah Kaltara dianggap sangat responsif dan telah menyampaikan data pendukung yang lengkap, sehingga membuat Kaltara masuk dalam shortlist nasional. Jika ditetapkan, pembangunan ditargetkan mulai tahun depan dan siap digunakan untuk tahun ajaran 2027–2028.
Sekolah Garuda ii dirancang membutuhkan lahan sekitar 20 ha, meskipun bangunan utamanya hanya mencakup 2 ha. Fasilitas akan mencakup asrama siswa, rumah guru, sarana olahraga yang bisa digunakan masyarakat, serta ruang kegiatan pembelajaran dan pengabdian.
“Sekolah ini tidak hanya tempat belajar. Tapi juga pusat pengabdian kepada masyarakat dan wadah pembentukan kepemimpinan,” ujar Wamen Stella.
Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Garuda juga akan menggandeng perguruan tinggi dan industri sebagai bagian dari sistem pendidikan terpadu.
“Kami ingin agar siswa sekolah Garuda tumbuh dalam ekosistem universitas. Karena sekolah ini prauniversitas, bukan hanya SMA biasa,” ungkap Stella.
Stella sebelumnya menyebutkan bahwa pemerintah akan mendorog pembangunan Sekolah Garuda baru di wilayah Indonesia Timur untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di tanah air.
Selain di Kaltara, pemerintah juga mengkaji kemungkinan pendirian Sekolah Garuda baru di Sulawesi Tenggara. Beberapa lokasi telah ditinjau oleh Wamen Stella, antara lain Desa Lebo Jaya (Konawe Selatan), Desa Wawolemo (Konawe), dan satu lokasi di Wakatobi.
Desa Lebo Jaya dinilai unggul karena mudah diakses, topografi ideal, ketersediaan air, serta dekat dengan bandara dan jalan utama. Di Wawolemo, potensi riset lokal di bidang pertanian dan hortikultura menjadi daya tarik utama. Sementara di Wakatobi, fokus diarahkan pada pengembangan riset kelautan, rumput laut, dan pariwisata berkelanjutan.
Menurut Stella, Sekolah Garuda hadir dalam dua bentuk, yakni, Sekolah Garuda baru yang dibangun dari nol dan Sekolah Garuda transformasi, yaitu optimalisasi sekolah-sekolah unggulan yang sudah ada di berbagai daerah.
“Kita melihat banyak sekolah bagus yang bisa dioptimalkan. Maka, kami juga menjalankan strategi transformasi agar dampaknya terasa lebih luas,” jelasnya.
Sekolah Garuda tidak mengubah kurikulum, tapi memperkuat program prauniversitas di kelas XI dan XII agar siswa lebih siap menghadapi jenjang pendidikan tinggi dan tantangan masa depan.
Tiga prinsip utama yang menjadi pijakan pendirian Sekolah Garuda adalah memperluas akses pendidikan berkualitas, mencetak pemimpin masa depan, dan menjadikan sekolah sebagai pusat pengabdian masyarakat.