Tiga alumni SMA Taruna Nusantara angkatan 32 berhasil meraih penghargaan sebagai Prabhatar Terbaik pada Wisuda Prajurit Bhayangkara Taruna (Prabhatar) Akademi TNI 2024. Penghargaan diserahkan langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Foto: Ist
MAGELANG, (ERAKINI) - Alumni SMA Taruna Nusantara Magelang, kembal menorehkan prestasi membanggakan. Tiga lulusan angkatan 32 berhasil meraih penghargaan sebagai Prabhatar Terbaik di masing-masing matra TNI pada Wisuda Prajurit Bhayangkara Taruna (Prabhatar) Akademi TNI dan Akademi Kepolisian () tahun 2024.
Ketiga alumni SMA Taruna Nusantara tersebut, yakni Aditya Sangapta, Langie Biru, dan Muhafiz. Mereka menerima penghargaan sebagai Prabhatar Terbaik di masing-masing matra pada pada wisuda Prabhatar Taruna Akademi TNI dan Akpol yang dilaksanakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jumat, 29 November 2024. Penghargaan itu diserahkan langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Aditya Sangapta merupakan taruna dari Angkatan Darat (AD), Langie Biru dari Angkatan Laut (AL), dan Muhafiz dari Angkatan Udara (AU). Prestasi yang diraih ketiganya kembali membuktikan bahwa pendidikan yang diterima di SMA Taruna Nusantara memberikan pondasi yang kuat untuk mengejar karier di dunia militer dan kepolisian. Hal ini semakin menguatkan posisi SMA Taruna Nusantara sebagai salah satu sekolah terkemuka dan favorit di Indonesia.
Wisuda Prabhatar Taruna Akademi TNI dan Akpol itu dipimpin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Pada kesempatan tersebut Panglima TNI mengucapkan selamat atas keberhasilan para prajurit Taruna Akademi TNI dan Polri yang telah menyelesaikan pendidikan kurang lebih selama 4 bulan.
Panglima menyampaikan bahwa pendidikan yang ditempuh merupakan tahap awal dari pengabdian sebagai prajurit TNI dan Polri kepada bangsa dan negara.
"Pendidikan dasar integratif dirancang untuk membentuk prajurit Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna/i Akademi Kepolisian menjadi individu yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menanamkan semangat intergrasi antara TNI dan Polri yang menjadi pondasi penting sinergi dan soliditas dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara,” ujar Panglima TNI.
Hal senada disampaikan Kapolri. Menurut Kapolri, pendidikan dasar integrasi ini bertujuan untuk mewujudkan sinergitas dan soliditas yang dibentuk sejak pendidikan dasar.
“Hal tersebut sangatlah penting agar kelak para taruna dapat menjadi perwira-perwira muda yang mampu bekerja sama dan bahu membahu dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa serta menyukseskan misi Asta Cita (Presiden Prabowo Subianto),” kata Kapolri.
Wisuda tersebut diikuti sebanyak 1.104 taruna, terdiri dari 430 taruna Akmil, 200 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), 149 taruna Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 325 taruna Akpol.
Setelah wisuda, taruna Polri akan kembali ke Akpol Semarang, sementara prajurit taruna Akademi TNI tetap menempuh pendidikan selama 3 bulan di Magelang. Para taruna ini kemudian akan melanjutkan pendidikan di akademi masing-masing selama empat tahun, dengan agenda kegiatan bersama untuk memperkuat kerja sama dan koordinasi antara kedua institusi.