Korlantas Polri merilis jadwal rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan tol utama untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik Lebaran 2025. Foto: Ilustrasi/Dok
Bagi pemudik yang melintasi Trans Jawa dimulai dari Tol Jakarta-Cikampek, Cipali, hingga Kalikangkung, Jawa Tengah, dan sekitarnya, berikut jadwal dan lokasi penerapan rekayasa lalu lintas selama Operasi Ketupat 2025, dikutip dari keterangan resmi Korlantas Polri, Selasa (18/3/2025):
1. Contraflow
Penerapan contraflow dilakukan di ruas KM 40 hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek dengan jadwal sebagai berikut:
- Periode 1: Kamis, 27 Maret 2025 pukul 14.00 hingga Sabtu, 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB.
- Periode 2: Senin, 31 Maret 2025 pukul 13.00–18.00 dan Selasa, 1 April 2025 pukul 11.00-18.00 WIB.
2. One Way
Sistem one way diberlakukan dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Tol Semarang-Batang dengan jadwal sebagai berikut:
- Kamis, 27 Maret 2025 pukul 14.00 WIB hingga Sabtu, 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB.
3. Ganjil Genap
Sistem ganjil genap akan diterapkan di dua lokasi utama, yaitu:
- KM 47 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Tol Semarang-Batang.
- KM 31 hingga KM 98 Tol Tangerang-Merak.
Tahapan normalisasi sistem one way akan dilakukan dalam dua tahap, yakni:
- Kamis, 27 Maret 2025 (12.00 – 14.00 WIB). Penutupan jalan masuk dan pembersihan jalur. Fokus utama pada ruas KM 414 Tol Semarang-Batang hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek.
- Minggu, 30 Maret 2025 (00.00 – 02.00 WIB). Pembukaan kembali jalan masuk dan normalisasi arus lalu lintas
Rekayasa lalu lintasone way dan contraflow bersifat situasional sesuai dengan diskresi kepolisian. Bagi para pemudik diimbau untuk tetap berhati-hati, mengikuti arahan petugas di lapangan dan memperhatikan jadwal, rute rekayasa lalu lintas.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sebelumnya memprediksi puncak arus mudik Lebaran terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025. Pada hari itu diperkirakan terjadi pergerakan 12,1 juta orang.
Sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+5 atau 6 April 2025 dengan potensi jumlah pergerakan masyarakat sebanyak 31,49 juta orang. Kemenhub memprediksi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran tahun ini mencapai 146,48 juta orang atau setara 52 persen dari total penduduk Indonesia.
Terkait angka sebaran, daerah asal perjalanan terbanyak adalah Jawa Barat sebesar 30,9 juta orang (21,1 persen). Kemudian disusul Jawa Timur sebesar 26,4 juta orang (18 persen), Jawa Tengah sebesar 23,3 juta orang (15,9 persen), Banten sebesar 7,9 juta orang (5,4 persen), dan DKI Jakarta sebesar 6,7 juta orang (4,6 persen).
Untuk daerah tujuan perjalanan terbanyak adalah Jawa Tengah sebesar 36,6 juta orang (25 persen), Jawa Timur sebesar 27,4 juta orang (18,7 persen), Jawa Barat sebesar 22,1 juta orang (15,1 persen), Yogyakarta sebesar 9,4 juta orang (6,4 persen) dan Sumatera Utara sebesar 6,2 juta orang (4,2 persen).
Untuk itu, pemerintah akan memberlakukan kebijakan efektif untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik yang berpotensi besar menyebabkan kepadatan di sejumlah simpul transportasi dan ruas jalan, baik tol maupun arteri.
“Beberapa di antaranya meliputi penerapan kebijakan Work from Anywhere (WFA), penyelenggaraan mudik gratis, rekayasa lalu lintas, hingga pengaturan lalu lintas, khususnya pada daerah-daerah yang berisiko tinggi mengalami kemacetan,” jelasnya.