Ilustrasi - BMKG mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah termasuk Banten, DIY dan Jawa Timur untuk siaga adanya potensi angin kencang pada 15-18 Agustus 2025. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah termasuk Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Timur (Jatim) untuk siaga adanya potensi angin kencang pada 15-18 .
Imbauan itu disampaikan oleh BMKG dalam siaran resminya dalam prospek cuaca mingguan dilansir dari laman resminya, Kamis (14/8/2025). “Siaga angin kencang di Banten, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, NTT, Maluku, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan,” kata BMKG.
Kemudian, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut: siaga hujan lebat di Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Menurut BMKG, cuaca di Indonesia umumnya didominasi cerah berawan hingga hujan lebat. BMKG juga mengimbau masyarakat waspada adanya hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
“Prospek di atas merupakan kondisi secara umum. Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG,” katanya.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu kedepan, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, seperti hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi hujan yang disertai angin kencang.
“Waspada akan dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap kesehatan, gunakan masker bilamana diperlukan, hindari area terbuka dan dekat dengan titik api Siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja,” katanya.