Ilustrasi - BMKG mengimbau warga Banten, Jakarta hingga Jawa Barat siaga adanya potensi hujan lebat hingga 14 Agustus 2025. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah RI untuk siaga adanya potensi hujan lebat hingga 14 Agustus 2025, termasuk wilayah Banten, Jakarta dan (Jabar).
Hal itu disampaikan oleh BMKG dalam siaran resminya terkait prospek cuaca mingguan pada periode 12-14 Agustus 2025. “Hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut: siaga hujan lebat di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan,” kata BMKG.
Selain hujan deras, BMKG juga mengimbau siaga adanya potensi angin kencang di wilayah NTT, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat Daya. Menurut BMKG, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan lebat.
BMKG juga mengimbau waspada adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Adapun menurut BMKG, potensi karhutla dan hujan lebat masih terpantau di musim kemarau 2025. BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem masih terjadi di sejumlah daerah dalam sepekan ke belakang. “Daerah-daerah tersebut, antara lain Bogor, Jawa Barat – 254 mm/hari; Minangkabau, Sumatera Barat – 176,5 mm/hari ; Teluk Bayur, Sumatera Barat – 136 mm/hari;Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara – 122,0 mm/hari; Fakfak, Papua Barat 110,2 mm/hari,” kata BMKG dilansir dari laman resminya, Rabu (13/8/2025).
Selain itu, lanjut BMKG, peningkatan tren curah hujan signifikan ini juga terlihat jelas di beberapa wilayah, termasuk Sumatera, Jawa bagian barat, Kalimantan, Maluku, dan Papua, yang dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer yang memicu pembentukan awan hujan dan aktivitas konvektif.
Meskipun demikian, kata BMKG, kondisi yang berbeda juga ditunjukkan, yakni dengan terpantaunya Titik Panas (Hotspot) di sejumlah wilayah. Berdasarkan dari Peta Sebaran Titik Panas (Hotspot) yang dikeluarkan BMKG pada 10 Agustus 2025, terpantau adanya 67 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi di beberapa daerah.
“Hotspot dengan kategori tinggi berjumlah 8 titik, dimana sebanyak 3 titik terdeteksi di Kalimantan, 3 titik di Sulawesi, dan 2 titik di Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut menandakan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih ada, meskipun sebagian wilayah sedang mengalami peningkatan hujan,” kata BMKG.