Kemenhaj Ungkap 3 Tantangan dalam Mendorong Penyelenggaraan Haji Inklusif
Abdul Rahman Ahdori
TANGERANG, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan tiga tantangan yang dihadapi dalam upayanya mewujudkan dan mendorong penyelenggaraan Haji yang inklusif.
Sekretaris Jenderal Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho menyebutkan, tantangan pertama yaitu perubahan demografi jemaah haji Indonesia. Menurut Teguh, telah terjadi peningkatan signifikan jumlah jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan di Indonesia.
"Kondisi ini, menuntut perubahan pendekatan dari layanan standar menjadi pelayanan yang lebih adaptif dan humanis, "ujar Teguh dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Tangerang, seperti dikutip dari situs resmi Kemenhaj, Jumat (10/4/2026).
Kedua, lanjut Teguh, dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
"Pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan menyiapkan berbagai skenario, termasuk terkait penerbangan, keamanan, dan perlindungan jemaah," ucap Teguh.
Sedangkan ketiga, kebutuhan reformasi birokrasi. Teguh menilai transformasi tata kelola menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas kerja, transparansi anggaran, serta kualitas layanan yang berorientasi pada kebutuhan .
















