JAKARTA, (ERAKINI) - Pilot Smart Air Kapten M Yusuf akhirnya berhasil dievakuasi gabungan Tim SAR dan TNI di tebing gunung Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (10/3/2024). Dalam proses evakuasi tersebut, TNI juga berhasil mengamankan crew pesawat yang lain.
Kapten M Yusuf dan crew pesawatjatuh di bukit gunung Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara. Sang pilot dan crew pesawat yang lain mengaku bersyukur masih hidup, sayangnya mereka bisa berkomunikasi dengan siapapun karena terkendala beberapa hal. Akhirnya, mereka bertahan hidup selama 3 hari di hutan tanpa penanganan dari siapapun. Mereka juga terus berupaya dengan melambaikan tangan.
Momen menangis dan cerita proses evakuasi korban jatuhpesawat di ungkap Kepala Basarnas RI Marsdya TNI Kusworo. Dia menyebut pilot pesawatSmart Air Kapten M Yusuf menangis saat ditemukan. Ia menuturkan, Kapten Yusuf terharu dirinya bisa ditemukan setelah berupaya melempar kode SOS (darurat).
"Bisa, bisa, bisa, dari awal (komunikasi) kan bisa nangis. Mungkin kan terenyuh dia, kan dia sudah melaksanakan SOS code ya ke kita memang itu prosedur yang ada. Tentunya dari tim pencari saat itu juga dibantu oleh teman-teman kita dari TNI AU jadi lewat Boeing 737 dari Makassar," ujar Kusworo kepada wartawan di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/3/2024).
Kusworo menambahkan, Kapten Yusuf bisa ditemukan lantaran terlihat adanya kepulan asap dan pergerakan sinyal. Hal itu yang menjadi acuan tim SAR untuk melakukan pertolongan.
"Jadi di situ bisa ambil suatu kesimpulan bahwa ini masih ada tanda-tanda kehidupan, maka dari itu segera dikerahkan saat itu dari Tarakan personel maupun pesawatnya saat itu ada TNI AD dan selanjutnya AU," ujarnya.
"Jadi sejak awal ditemukan memang kondisinya masih lemah terus ada penanganan awal dari tim kita, dari Basarnas maupun dibantu oleh SAR gabungan yang relatif sudah melaksanakan tindakan awal sampai dengan mengevakuasi naik ke pesawat dievakuasi sampai dengan bandara. Selanjutnya kalau saya pantau sudah stabil ya, jadi ya insyaallah mudah-mudahan cepet sehatlah," tuturnya.
Diketahui, gabungan tim SAR dan TNI berhasil mengevakuasi pilot dan crew pesawatSmart Air yang jatuh di bukit gunung Krayan, Binuang, Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (7/3/2024).
“Korban dievakuasi dengan Helikopter Caracal ke Taraka dan langsung dilarikan ke RSUD Jusuf SK pada Minggu 10 Maret 2024,” kata Puspen TNI dalam keterangan yang diterima erakini, Selasa (12/3/2024).
Keterangan tersebut menyampaikan bahwa unsur yang terlibat evakuasi antara lain Tim Rescue Kansar Tarakan, Lanud Anang Busra Tarakan, Skadron 5 Sultan Hasanuddin, Kodam VI Mulawarman, Satrad 225 Tarakan, Lanud Atang Sendjaja, Brimob Polda Kaltar, Polres Tarakan, dan Polres Malinau.
“Selain itu ada juga Kodim 0907 Tarakan, Kodim 0910 Malinau, Batalyon 614 Raja Pandita, BPBD Kabupaten Malinau, Airnav Tarakan, Airnav Malinau, UPBU Juwata Tarakan, UPBU R.A Bessing, BMKG Tarakan dan Smart Aviation, MAF Tarakan, RSUD dr Jusuf SK, PMI Tarakan, PMI Malinau, Bapena PPNI Kaltara, dan RMPB Kabupaten Malinau,” tulis keterangan itu.
Sebelumnya, satu pesawat kargo milik maskapai penerbangan Smart Air dilaporkan hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (7/3/2024). Maskapai ini lepas landas pukul 08.25 Wita dengan tujuan Binuang, Krayan, Nunukan, pada pukul 09.25 Wita.
Beberapa saat setelah hilang kontak, Basarnas Tarakan langdung melakukan koordinasi dengan Airnav, Bandara, MAF, Polri, dan instansi terkait lainnya. Mereka juga melakukan floating area guna menentukan arah dan lokasi.