Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ian Heriyawan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelesaian Dokumen Pemvisaan Haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (2/1/2026). (Foto: Kemenhaj)
JAKARTA, (ERAKINI) - Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ian Heriyawan, mengingatkan seluruh pegawai agar senantiasa bekerja dengan tulus dalam melayani jemaah haji sebagai tamu Allah.
Pesan tersebut disampaikan Ian saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelesaian Dokumen Pemvisaan Haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (2/1/2026). Kegiatan itu diselenggarakan oleh Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Haji dan Umrah.
Ian menegaskan, petugas pemvisaan memiliki peran krusial sebagai tulang punggung dalam penyelesaian dokumen jemaah haji. Ketelitian dan tanggung jawab menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh proses berjalan lancar.
“Tanamkan dari hati bahwa kita bekerja untuk melayani tamu Allah. Kesalahan sekecil apa pun dalam dokumen bisa berdampak sangat fatal bagi jemaah,” ujar Ian seperti dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Minggu (4/1/2026).
Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin, komitmen, ketepatan waktu, serta ketelitian dalam setiap tahapan kerja, termasuk dalam penempatan dan pembagian tugas di internal petugas pemvisaan.
Menurut Ian, keberhasilan pelayanan haji tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan fokus, keseriusan, dan tanggung jawab yang tinggi dari seluruh petugas. Selain itu, aspek kesehatan turut menjadi perhatian karena kondisi fisik yang tidak prima dapat memengaruhi akurasi proses verifikasi dokumen jemaah.
Melalui bimtek tersebut, Kementerian Haji dan Umrah berharap seluruh petugas pemvisaan haji semakin siap, profesional, dan adaptif dalam menghadapi tantangan pelayanan haji 1447 H/2026 M. Dengan demikian, seluruh proses pemvisaan diharapkan dapat berjalan optimal, akurat, dan berorientasi penuh pada kepentingan jemaah.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Nurchalis, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji sangat ditentukan oleh ketepatan dan keakuratan dokumen.
Menurut dia, dokumen yang valid tidak hanya dibutuhkan oleh jemaah, tetapi juga menjadi prasyarat utama dalam sistem pelayanan lintas negara antara Indonesia dan Arab Saudi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan profesionalisme petugas pemvisaan menjadi kebutuhan mendesak.
Nurchalis menjelaskan, bimtek tersebut difokuskan pada lima aspek utama. Pertama, memberikan pemahaman komprehensif mengenai regulasi terbaru pemvisaan haji, baik dari Pemerintah Indonesia maupun Kerajaan Arab Saudi.
Kedua, penguatan kompetensi teknis petugas, khususnya dalam penguasaan sistem Siskohat dan perangkat pendukung lainnya. Ketiga, penyamarataan prosedur kerja di seluruh wilayah agar tidak terjadi perbedaan interpretasi yang berpotensi menimbulkan kesalahan.
Keempat, mitigasi berbagai kendala teknis yang dapat menghambat proses penerbitan visa jemaah. Kelima, membangun kesiapan petugas dalam merespons dinamika perubahan kebijakan pemvisaan secara cepat dan tepat.