Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan keterangan dalam sidang sengketa Pilpres 2024, di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2024). Foto: Tangkapan Layar YouTube MK
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri KeuanganSri Mulyani mengutip pepatah kuno saat menyampaikan keterangan dalam sidang sengketa Pilpres 2024, di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2024). menekankan pentingnya mengedepankan persatuan.
Sri Mulyani lalu mengutip pepatah kunoVis Unita Fortior yang mengandung pesan tentang pentingnya persatuan. "Seperti pepatah kuno mengatakan, 'Vis Unita Fortior'. Dengan kekuatan yang bersatu kita akan semakin kuat," ujar Sri Mulyani.
Menurut perpustakaan online, pepatah latin Vis Unita Fortior artinya adalah kekuatan persatuan membuat lebih lebih kuat. Pepatah latin kuno ini termasuk saggezza atau kebijaksanaan kuno populer yang kerap dikutip. Pepatah Vis unita Fortior ini juga pernah dipakai oleh kerajaan Inggris sebagai semboyan.
Sri Mulyani mengaku bersyukur bisa memberikan penjelasan terkait pertanggungjawaban kementeriannya di sidang MK hari ini. "Berdiskursus di forum yang mulia ini, patut disyukuri, forum yang mendorong diskusi sehat dan refleksi tentang awal mula Indonesia dibentuk," tandasnya.
Sri Mulyani percaya forum (sidang) MK menjadi salah satu cara merawat nalar publik dengan menjelaskan APBN menjadi sarana gotong-royong anak bangsa.
"Forum di MK, Yang Mulia ini kami percayai menjadi salah satu cara merawat nalar publik dengan menjelaskan dan mendiskusikan bagaimana APBN menjadi sarana gotong royong anak bangsa," kata Sri Mulyani.
Ia lalu menjelaskan, negara hadir dalam memberikan bantuan subdisi, bansos, maupun jaminan sosial. Hal itu merupakan mandat menuju kesejahteraan berkeadilan.
"Di mana yang mampu berkontribusi lebih besar dan yang tidak mampu perlu dibantu melalui belanja publik termasuk subsidi bansos dan jaminan sosial negara hadir menjalankan mandat merawat kehidupan bersama yang diharapkan menuju kesejahteraan berkeadilan," paparnya.
Kata dia, APBN merupakan instrumen penting penentu cita-cita bernegara. Karena itulah APBN harus dikelola dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dengan tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel.
"Anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN adalah instrumen penting dan strategis serta penentu untuk mencapai cita-cita bernegara, dan oleh karenanya harus dikelola dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab dengan tata kelola yang baik transparan dan akuntabel," tukasnya.