Peluncuran dua program pendidikan baru di Universitas Muhammadiyah Bandung, Senin (17/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah. (Foto: Muhammadiyah)
BANDUNG, (ERAKINI) - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan dua program pendidikan baru untuk memperkuat kaderisasi serta meningkatkan pengembangan pesantren Muhammadiyah di berbagai daerah. Peluncuran dilakukan dalam Konsolidasi Nasional 2025 di Universitas Muhammadiyah Bandung, Senin (17/11/2025), yang juga menjadi bagian dari rangkaian ke-113 .
Dalam kesempatan tersebut, PP Muhammadiyah memperkenalkan Program Pendidikan Ustaz Pesantren Muhammadiyah (PUPM). Program ini dirancang untuk menyiapkan tenaga pengajar yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memahami ideologi, manhaj, dan visi gerakan Muhammadiyah.
Selain itu, Muhammadiyah juga meluncurkan Eco-Saintren, sebuah model pembelajaran baru yang mengintegrasikan teknologi, kepedulian lingkungan, dan penguatan nilai-nilai keislaman di pesantren.
“Ini inovasi yang mengajarkan siswa bukan hanya mengenal teknologi, tetapi juga memberikan kesadaran lingkungan dan memperdalam pengetahuan keislaman,” ujar Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief.
Peluncuran Eco-Saintren ditandai dengan penyematan jaket hijau kepada Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, sebagai simbol peresmian program tersebut.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan apresiasi kepada para pengelola pesantren serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan PUPM dan Eco-Saintren. Ia menilai pembaruan di dunia pesantren sangat penting untuk memastikan tata kelola lembaga pendidikan keagamaan berjalan dengan baik.
“Pesantren harus diselenggarakan sebaik-baiknya. Ustaz dan ustazah kita juga harus berkemajuan, tidak berkemunduran,” ujar Haedar.
Dia berharap kedua program tersebut mampu memperkuat ekosistem pendidikan pesantren Muhammadiyah agar semakin modern, adaptif, dan tetap berakar pada nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Peluncuran PUPM dan Eco-Saintren disebut menjadi bagian dari langkah strategis Muhammadiyah dalam menyiapkan kader ulama, pendidik, dan calon pemimpin masa depan. Mereka diharapkan tidak hanya menguasai ilmu keislaman, tetapi juga paham teknologi dan isu-isu kebumian yang semakin relevan.
PUPM sendiri merupakan kolaborasi antara Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA), dan Lazismu.
Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga pengajar seiring pesatnya pertumbuhan pesantren Muhammadiyah dalam satu dekade terakhir.