Kemenag Siapkan Fasilitas Khusus Difabel di Madrasah hingga PTKIN
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menyiapkan fasilitas dan layanan khusus bagi peserta didik penyandang disabilitas di lingkungan pendidikan keagamaan, mulai dari madrasah hingga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia.
Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar mengatakan, penyediaan sarana tersebut merupakan bagian dari komitmen Kemenag dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk kaum difabel.
“Di setiap sekolah di bawah Kementerian Agama akan disiapkan tempat dan program khusus untuk kaum difabel. Bukan hanya programnya, tetapi juga sarananya kami ciptakan,” ujar Prof Nasaruddin usai meresmikan tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN Tahun 2026 di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Mufassir asal Sulawesi Selatan ini menjelaskan, Kemenag telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat bagi penyandang disabilitas rungu.
“Kami bahkan menjadi yang pertama di dunia yang menciptakan Al-Qur’an Isyarat, sehingga saudara-saudara kita yang tunarungu juga bisa membaca Al-Qur’an dengan baik. Di tempat lain belum ada,” kata Prof Nasaruddin.
Nantinya, pada program pemahaman al-Qur'an misalnya, para penyandang difabel akan menggunakan Iqro’na sebagai panduan praktis membaca Al-Qur’an Braille.

















