Di Balik Formasi Hitam Pagar Nusa: Pesan Damai, Siaga Total
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Di tengah meningkatnya tensi wacana publik mengenai peran pesantren dalam kemajuan bangsa, Pagar Nusa memilih merespons bukan dengan demonstrasi jalanan, melainkan dengan konsolidasi senyap.
Pada Minggu, 19 Oktober 2025, organisasi bela diri berbasis pesantren ini menggelar apel pasukan dan latihan gabungan serentak di 211 titik seluruh Indonesia. Tak ada teriakan provokatif, tak ada manuver politik, yang muncul hanyalah barisan santri berseragam hitam, berdiri tegak dalam formasi disiplin. Seluruh rangkaian acara berjalan tanpa insiden.
Ketua Umum Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen, yang akrab disapa Gus Nabil, menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar ajang kekuatan fisik, melainkan penegasan moral santri dalam menjaga martabat pesantren dan para kiai yang belakangan menjadi sasaran narasi negatif di ruang publik.
“Pesantren adalah pusat lahirnya ulama dan penjaga moral bangsa. Upaya mengerdilkan pesantren sama dengan mengerdilkan akar peradaban Indonesia,” kata Gus Nabil dalam amanat apel.
Ia juga mengapresiasi kedisiplinan seluruh kader yang menggelar apel tanpa insiden. “Zero insiden ini membuktikan kedewasaan santri. Saya yakin tiga juta kader Pagar Nusa tahu kapan harus berdiri dan bagaimana harus bergerak,” katanya.

















