Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama, Abu Rokhmad. (Foto: Kemenag).
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat ekosistem dakwah yang relevan bagi generasi masa kini, khususnya Gen Z yang tumbuh dalam budaya digital dan kreativitas. Dakwah modern kini dipahami bukan sekadar ceramah satu arah di mimbar, tetapi proses penyampaian nilai-nilai Islam melalui media yang dekat dengan anak muda, seperti film, musik, dan kreatif.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa pola pikir dan gaya hidup generasi muda menuntut pendekatan dakwah yang lebih segar, autentik, dan menyentuh realitas mereka. “Dakwah hari ini tidak cukup disampaikan dengan cara-cara konvensional. Kita harus hadir di ruang-ruang yang akrab dengan mereka, baik di media sosial maupun ruang kreatif lainnya,” jelasnya dalam Talkshow Syiar Budaya Islam di Jakarta dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (5/11/2025).
Ia mengatakan, film dan karya seni memiliki kekuatan unik dalam menyampaikan pesan keagamaan secara emosional dan membumi. “Film itu jembatan antara ajaran dan pemeluknya. Nilai-nilai Islam yang luhur dapat disampaikan melalui narasi yang indah, penuh makna, tanpa harus menggurui. Melalui film, kita bisa menghadirkan wajah Islam yang menyejukkan dan inspiratif,” jelasnya.
Menurutnya, ekosistem dakwah yang sehat harus mendorong toleransi, memperkuat moderasi, dan membuka ruang kreativitas. Kami ingin Gen Z tidak hanya menjadi penonton perubahan, tapi pelaku utama dalam menebarkan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Sementara itu, Plt Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menilai dakwah di era digital menuntut inovasi yang berbasis riset dan pemahaman sosiologis. Menurutnya, generasi muda tidak dapat didekati dengan pendekatan normatif semata, melainkan dengan cara yang partisipatif dan inspiratif.
“Anak muda perlu merasa memiliki ruang dalam dakwah. Ketika mereka diberi kepercayaan untuk berkarya, mereka akan menghadirkan nilai Islam dengan bahasanya sendiri, yang segar dan relevan,” ujarnya.
Direktorat Penerangan Agama Islam kini mengembangkan strategi dakwah lintas medium, termasuk kompetisi film dakwah, festival seni budaya Islam, dan kolaborasi kreatif dengan komunitas muda. “Kita tidak hanya bicara dakwah di level isi pesan, tapi juga pada cara penyampaian. Film, musik, dan media sosial kini menjadi kanal penting bagi penyiaran nilai-nilai keagamaan yang moderat,” katanya.
Menurut Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati, menuturkan bahwa pihaknya kini tengah mengembangkan berbagai program penguatan kapasitas pelaku seni dan budaya Islam di berbagai daerah. Melalui kegiatan seperti Ngaji Budaya, Pamong Budaya, hingga Kompetisi Film Pendek Islam Moderat, Kemenag berupaya memperluas ruang ekspresi bagi komunitas kreatif muda.
“Kami ingin memberi wadah bagi generasi muda untuk menuangkan gagasan dan nilai keagamaan mereka melalui medium yang mereka sukai. Ketika anak muda berkarya dengan membawa nilai kebaikan, toleransi, dan kemanusiaan, sesungguhnya mereka sedang berdakwah dengan caranya sendiri. Itulah wajah baru dakwahIslam Indonesia, indah, moderat, dan membumi,” katanya.