Santri Didorong Jadikan Dunia Digital Ladang Dakwah Baru
Akhmad Baihaqi Arsyad
MAGELANG, (ERAKINI) - Di tengah derasnya arus digital yang sering kali membawa banjir informasi tanpa batas, para santri justru diharapkan menjadi penyejuk dan penjaga moralitas di ruang maya.
Pesan itu mengemuka dalam seminar bertajuk ‘Etika Digital Santri: Aman, Bijak, dan Bermoral di Dunia Maya’ yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI bekerja sama dengan UIN Walisongo Semarang di Kota Magelang, Kamis (16/10/2025). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari kalangan pondok pesantren se-Magelang ini diadakan di masa reses DPR RI.
Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo yang hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa dunia digital kini menjadi ladang dakwah baru bagi kalangan santri. Menurut dia, ruang maya bukan sekadar tempat berbagi informasi, tetapi juga arena perjuangan nilai dan akhlak.
“Kalau dulu berdakwah secara langsung di depan umat, sekarang medan dakwah meluas ke YouTube, TikTok, dan media sosial lainnya. Santri harus hadir di sana, membawa pesan damai, santun, dan mencerahkan,” ujar legislator dari Dapil VI Jawa Tengah ini.
Wibowo menekankan tiga pilar utama dalam etika digital: aman, bijak, dan bermoral. "Aman berarti melindungi diri dari ancaman siber seperti penipuan dan pencurian data. Bijak berarti menggunakan teknologi secara produktif dan bermanfaat, misalnya untuk edukasi dan dakwah kreatif. Sedangkan bermoral berarti menjaga adab, tidak menyebarkan ujaran kebencian, serta meneladankan karakter santri yang santun," jelasnya.
















