Ilustrasi - BMKG mengimbau warga Jawa Timur (Jatim), Jogja, Banten hingga Bali untuk waspada adanya potensi hujan ekstrem 26–29 Januari 2026. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 26 hingga 29 Januari 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat hingga sangat lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Dalam rilis resminya, BMKG menetapkan status siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa daerah, meliputi:
1. Banten,
2. Daerah Istimewa Yogyakarta,
3. Jawa Timur,
4. Bali,
5. Nusa Tenggara Barat,
6. Papua Pegunungan.
Sementara itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di wilayah Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berisiko memicu gangguan aktivitas masyarakat hingga bencana hidrometeorologi.
Secara umum, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Namun, BMKG mengingatkan adanya peningkatan curah hujan kategori sedang hingga lebat di sejumlah daerah lain, seperti Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, dan Papua.
BMKG menegaskan bahwa prospek cuaca tersebut bersifat gambaran umum. Untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci dan terkini sesuai lokasi masing-masing, masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial @infoBMKG.
BMKG mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat, khususnya yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
Masyarakat diimbau agar lebih cermat dalam merencanakan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan di luar ruangan, termasuk aktivitas ibadah dan pariwisata.
Selain itu, BMKG juga mendorong masyarakat untuk secara aktif memantau prakiraan cuaca, peringatan dini, dan informasi cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal komunikasi BMKG, baik melalui laman www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial @infobmkg.
Sebagai dukungan tambahan, BMKG menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) yang menyajikan informasi cuaca khusus jalur perjalanan. Layanan ini telah terintegrasi secara nasional dan memungkinkan pengguna memperoleh data cuaca sepanjang rute perjalanan, mulai dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir. Fitur tersebut dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun laman signature.bmkg.go.id/dwt.
BMKG memastikan informasi cuaca akan terus diperbarui secara berkala seiring perkembangan kondisi atmosfer, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih aman dan terencana.