Rektor Unair periode 2001-2006 Puruhito dalam aksi solidaritas menyikapi pemecatan Prof Budi Santoso, Kamis (4/7/2024). Foto: Ist
SURABAYA, (ERAKINI) - Pemecatan Prof Budi Santoso sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, berbuntut panjang. Mantan rektor, guru besar, dan civitas akademika FK Unair turun gunung.
Rektor Unair periode 2001-2006 turut hadir dalam aksi solidaritas menyikapi pemecatan , Kamis (4/7/2024).
"Di sini saya berdiri sebagai warga FK Unair, selain juga sebagai mantan rektor. Saya hari ini sangat berduka cita mendengar apa yang telah diputuskan Rektor Unair terhadap dekan kita, Profesor Bus (Budi Santoso)," ujar Puruhito saat orasi di depan Gedung FK Unair.
Aksi itu turut dihadiri oleh para guru besar, ratusan civitas akademika FK Unair, sejawat dokter, pengajar, alumni, hingga mahasiswa aktif.
"Hari ini hari bersejarah bagi Universitas Airlangga, kenapa? Selama ini civitas akademika dijadikan katak dalam tempurung. Hingar bingar demokrasi, hingar bingar di luar kampus, tidak ada satu pun aktivitas civitas akademika yang bisa dilakukan. Kenapa? Karena kita dijadikan katak dalam tempurung," tandasnya.
"Hari ini (pembungkaman) sudah berakhir. Mulai hari ini kita harus berani berbicara. Apa yang benar harus kita sampaikan, keadilan harus kita sampaikan. Jangan jadi penjilat, jangan jadi munafik karena takut jabatannya tidak naik," sambungnya.
Ia menilai tindakan Rektor Unair memecat Prof Budi tidak sesuai dengan prosedur dan melanggar Pasal 53 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2014 tentang Statuta Unair.
Dalam PP disebutkan bahwa dekan atau wakil dekan di Unair bisa diberhentikan karena berakhir masa jabatannya, meninggal dunia, mengundurkan diri, atau sakit yang menyebabkan tidak mampu bekerja secara permanen.
Dekan atau wakil dekan juga bisa dicopot apabila sedang studi lanjut, serta dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.
"Prof Bus (Budi Santoso) belum waktunya untuk mengundurkan diri, belum selesai masa jabatannya. Prof Bus masih sehat, Prof Bus tidak sakit, Prof Bus tidak studi lanjut, Prof Bus tidak mundur, Prof bus juga tidak masuk penjara atas keputusan pengadilan yang tetap," tegas Puruhito.
Sementara itu, Profesor Bedah Saraf Unair Abdul Hafid Bajamal mengatakan para guru besar hingga dosen FK Unair mengancam mogok belajar dan mengajar jika keputusan Rektor Unair memecat Prof Budi tidak ditinjau ulang.
"Ketidakadilan dilakukan terhadap Prof Bus (Budi Santoso). Kita akan bergerak mulai sekarang. Semua dosen, wakil dekan dan bagian staf FK saya usulkan untuk mogok mengajar mulai hari ini," kata Jamal.
Jamal juga menilai keputusan Rektor Unair mencopot Prof Budi tidak berdasar. Sebab Prof Budi tak sedang sakit atau tersangkut kasus hukum, hingga membuatnya bisa diberhentikan.