KNKT mengungkap fakta baru dalam insiden tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April lalu. Foto: Dok Antara
JAKARTA, (ERAKINI) – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap fakta baru dalam insiden tabrakanKA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April lalu. Masinis disebut sudah melakukan pengereman sejak 1,3 kilometer sebelum titik .
Fakta baru tersebut diungkap Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5). “Sebetulnya masinis itu sudah mulai ngerem di 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan,” ungkap Soerjanto.
Ketua Komisi V DPR Lasarus kemudian mempertanyakan standar jarak aman pengereman kereta api agar dapat berhenti total. “Ini kereta benar-benar aman butuh berapa kilo Pak ngerem baru aman berhenti?” tanya Lasarus.
Soerjanto menjelaskan bahwa kereta sebenarnya dapat berhenti dalam jarak sekitar 900 meter hingga 1 kilometer apabila dilakukan pengereman maksimal. “Kalau dia melakukan pengereman secara maksimal, itu kira-kira kurang lebih antara 900 sampai 1.000 meter, Pak,” ujarnya.
Namun dalam insiden tersebut, masinis disebut tidak melakukan pengereman penuh karena menerima instruksi dari pusat kendali perjalanan kereta (PK Timur) untuk mengerem secara bertahap sambil membunyikan klakson.
“Jadi masinis tidak melakukan pengereman maksimum karena informasi yang diterima dari PK Timur rem dikit-dikit dan sambil bunyikan klakson,” kata Soerjanto.
Kronologi Kejadian
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membeberkan kronologi kecelakaan kereta api yang terjadi. Menurut Dudy, KRL Commuter Line 5568A tiba di Stasiun Bekasi pukul 20.34 WIB atau lebih cepat satu menit dari jadwal. Tak lama berselang, KA Sawunggalih 116B tiba pukul 20.35 WIB dalam kondisi terlambat lima menit dan berhenti untuk menaikkan penumpang.
“Ini adalah ilustrasi grafisnya. Sawunggalih diberangkatkan 20.37 WIB dari Stasiun Bekasi. Sawunggalih melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39 WIB,” sebut Dudy.
Situasi mulai berubah ketika sebuah taksi mogok di tengah rel. Pada pukul 20.48 WIB, KA 5181B relasi Cikarang–Jakarta melintas dan menabrak kendaraan tersebut. Insiden itu memicu kerumunan warga di sekitar lokasi.
Di saat bersamaan, KRL 5568A yang telah terlambat delapan menit diberangkatkan dari Stasiun Bekasi pukul 20.45 WIB dan tiba di Bekasi Timur pukul 20.49 WIB.
“Kereta tersebut sempat berangkat namun terhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut,” jelas Menhub.
Tak lama kemudian, KA Argo Bromo melintas dari Stasiun Bekasi pukul 20.51 WIB dengan kecepatan mencapai 108 kilometer per jam, atau tiga menit lebih cepat dari jadwal. Tabrakan akhirnya terjadi pada pukul 20.52 WIB.