JAKARTA, (ERAKINI) - Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Ketua Harian Partai Persatuan Indonesia (Perindo), resmi mengundurkan diri dari keanggotaan partai.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Partai Perindo, Ferry Kurnia, menjelaskan bahwa TGB telah mengirimkan surat pengunduran dirinya secara resmi kepada Ketua Majelis Persatuan Partai (MPP) dan Ketua Umum , Angela Tanoesoedibjo.
Keputusan TGB mundur dianggap sebagai bagian dari hak politiknya, dan Partai Perindo menghormati keputusan tersebut.
ProfilTGBZainulMajdi
TGB Zainul Majdi memulai karier politiknya di DPR RI pada tahun 2004 melalui Fraksi Partai Bulan Bintang. Ia duduk di Komisi X, yang membidangi pendidikan, olahraga, dan pariwisata. “Saya percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk memajukan bangsa,” ungkap TGB dalam sebuah wawancara. Ia fokus pada kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam perjuangannya.
Pada Pilgub NTB 2008, TGB berhasil meraih kemenangan meskipun sempat menghadapi gugatan atas hasil pemilihan. Mahkamah Agung akhirnya menolak gugatan tersebut, dan TGB dilantik sebagai GubernurNTB pada 17 September 2008 oleh Menteri Dalam Negeri saat itu, Mardiyanto. Kemenangan ini menjadi awal dari perjalanan panjangnya dalam memimpin NTB, di mana ia dikenal karena berbagai inovasi dan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai gubernur, TGB memutuskan untuk bergabung dengan Partai Perindo guna melanjutkan ambisinya di dunia politik. Selain itu, pada tahun 2021, ia diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen di Bank Syariah Indonesia, yang menandai keterlibatannya dalam sektor keuangan syariah.
TGB lahir pada 31 Mei 1972. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) selama dua periode, yakni dari tahun 2008 hingga 2018.
Masa kepemimpinannya di NTB dikenal dengan berbagai kebijakan inovatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk peningkatan pariwisata dan penurunan angka kemiskinan di wilayah tersebut.
Karier politik Zainul Majdi dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada tahun 2004, mewakili Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB) di Komisi X, yang menangani isu-isu di bidang pendidikan, pariwisata, dan olahraga. Selama masa jabatan tersebut, ia dikenal vokal dalam memperjuangkan pendidikan sebagai kunci pembangunan bangsa.
Setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai GubernurNTB, Zainul Majdi melakukan sejumlah langkah strategis di dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Demokrat setelah kepemimpinannya di NTB berakhir, namun kemudian beralih ke Partai Golkar.
Langkah politiknya terus berlanjut dengan berpindah ke Partai Perindo, yang merupakan partai tempat ia terakhir berkiprah hingga mengumumkan pengunduran dirinya beberapa waktu lalu.
Di tengah perkembangan karier politiknya, nama Zainul Majdi juga sempat masuk dalam bursa calon presiden untuk Pemilihan Presiden 2019. Meskipun akhirnya tidak maju sebagai calon, pencalonan tersebut menunjukkan tingginya dukungan publik terhadap TGB sebagai figur ulama dan politisi berpengaruh.