Mayjen TNI Rafael Granada Baay (kedua dri kanan) bersalaman dengan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat pelantikan menjadi Pangdam Jaya 2024 lalu (Foto: TNI AD)
JAKARTA, (ERAKINI) - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto melakukan rotasi besar-besaran terhadap 117 pejabat madya dan pejabat tinggi TNI. Keputusan tersebut sebagaimana tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/667/V/2025 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di lingkungan TNI. Surat tersebut diundangkan di Jakarta pada 27 Mei 2025.
Salah satu pati yang terkena rotasi yaitu Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya Mayor Jenderal TNI Rafael Granada Baay yang kini menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN).
BIN adalah lembaga negara yang bertugas melaksanakan fungsi intelijen, baik di dalam maupun luar negeri. BIN bertanggung jawab kepada Presiden dan dipimpin oleh seorang Kepala. Lembaga ini berperan penting dalam mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan informasi intelijen untuk menjaga keamanan nasional.
Penasaran dengan sosok Sestama BIN yang baru? Berikut ulasan profilnya:
Dilansir dari berbagai sumber pada Rabu (28/5/2025), selama ini, Mayjen TNI Rafael Granada Baay dikenal sebagai Pangdam Jaya sejak 24 Juli 2024. Mayjen Rafael Granada Baay lahir pada 25 Juni 1971.
Dia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1993. Mayjen Rafael berasal dari kecabangan Infanteri, dengan latar belakang pasukan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Sebelum menduduki posisi sebagai Pangdam Jaya, jenderal bintang dua ini menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya. Karier militernya menunjukkan rekam jejak yang solid, dengan penugasan di berbagai posisi strategis di tubuh Kopassus dan Komando Kewilayahan.
Di antaranya, ia pernah menjabat sebagai Komandan Grup 2/Kopassus, Komandan Sekolah Para di Pusdikpassus, dan Komandan Resimen Induk Kodam (Rindam) di dua wilayah berbeda, yakni Rindam VII/Wirabuana dan Rindam XIV/Hasanuddin.
Mayjen Rafael juga pernah dipercaya mengemban tugas sebagai Dandenma Kopassus (2011—2012), Waaslog Danjen Kopassus (2012—2014), dan Asintel Danjen Kopassus (2014—2015), menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari pimpinan dalam bidang logistik dan intelijen.
Di bidang pendidikan, Rafael menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Sorong, Papua Barat, yakni di SDN Kristus Raja Kampung Baru, SMP Negeri Sorong, dan SMA Negeri 1 Sorong. Dia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di bidang manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta, dengan gelar Sarjana dan Magister Manajemen yang diselesaikan antara tahun 2010 hingga 2013.
Pengalaman panjang dan latar belakang pendidikan yang kuat menjadikan Mayjen TNI Rafael Granada Baay sebagai sosok pemimpin yang siap mengemban amanah besar dalam menjaga stabilitas dan keamanan ibu kota negara dan sekitarnya di bawah komando Kodam Jaya.