Mengenal Gedung Pola, Kantor Bakamla RI dan Komnas Perempuan yang Terbakar Hari Ini
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Gedung Pola yang menjadi kantor Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan di Menteng, Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat terbakar karena korsleting listrik pada Minggu (29/9/2024). Saat ini proses pemadaman api masih berlangsung.
Gedung Pola adalah bangunan bersejarah yang memiliki kenangan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Gedung ini terdiri dari 6 lantai dengan tampilan yang unik tapi elegan. Seperti apa sejarah bangunan Gedung Pola? berikut ulasannya:
Dilansir dari berbagai sumber pada Minggu (29/9/2024), Gedung Pola merupakan sebuah bangunan bersejarah yang didirikan atas prakarsa Presiden Sukarno pada masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Gedung ini terletak di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.
Gedung Pola sendiri merupakan bagian dari kompleks kediaman Presiden Sukarno dan menjadi saksi sejarah saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan.
Pembangunan Gedung Pola dimulai pada 1 Januari 1961 dan dikelola oleh yayasan yang diberi nama Jajasan Gedung Pola, di bawah pimpinan R. Mohd. Amrin. Gedung ini dirancang oleh arsitek ternama Friedrich Silaban, yang dikenal dengan proyek-proyek monumental pada masa tersebut.
Desain Gedung Pola yang unik, dengan atap besar yang ditopang kolom-kolom pipih dan dinding yang tidak pejal, menciptakan kesan terbuka dan tropis tanpa mengurangi nuansa monumentalnya.
Gedung Pola awalnya didirikan sebagai museum atau galeri untuk memamerkan rencana-rencana fisik besar dari Pemerintah Republik Indonesia, terutama dalam bidang infrastruktur.
Namun, pada era Orde Baru, gedung ini berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan pameran-pameran pembangunan, menampilkan kemajuan dari Pembangunan Nasional Semesta Berencana.

















