Rapat Koordinasi Pengurus Tanfidziyah bersama seluruh pengurus lembaga dan badan otonom di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya No 164, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025). (Foto: PBNU)
JAKARTA, (ERAKINI) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Rapat Koordinasi bersama seluruh pengurus lembaga dan badan otonom (banom) di lingkungan NU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025).
Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama untuk kembali fokus pada program kerja, alih-alih terjebak dalam dinamika internal yang berkembang beberapa waktu terakhir.
Sekretaris Jenderal PBNU, KH Amin Said Husni, mengatakan bahwa seluruh elemen NU sepakat melangkah bersama dan memprioritaskan pelaksanaan program masing-masing. Menurut dia, dinamika internal yang muncul tidak boleh menghambat agenda besar organisasi.
“Forum silaturahmi kiai-kiai sepuh di Ploso meminta agar seluruh jajaran NU tetap fokus pada tugas, program, dan kegiatan masing-masing. Menindaklanjuti arahan itu, kami mengundang seluruh pimpinan banom dan lembaga untuk memastikan semuanya kembali pada tugas utamanya,” ujar Kiai Amin Said kepada wartawan.
Dalam kesempatan itu, Kiai Amin juga memastikan aktivitas kesekjenan PBNU berjalan normal dan tidak terganggu oleh kondisi yang berkembang.
“Tugas-tugas kesekjenan berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Sementara itu, menanggapi tuntutan sejumlah pihak agar PBNU segera menggelar muktamar, Kiai Amin menegaskan bahwa forum sepakat pelaksanaannya tetap mengacu pada jadwal yang berlaku, yakni tahun 2027.
“Kami berharap kegaduhan ini selesai dan semuanya dapat bersatu kembali menyiapkan muktamar dengan sebaik-baiknya. Jadwalnya sudah jelas, sesuai SK, sampai Januari 2027,” katanya.
Sebagaimana diketahui, selama sebulan terakhir, PBNU diterpa polemik antara Syuriah dan Tanfidziyah. Persoalan ini mengemuka setelah beredar Risalah Rapat Harian Syuriah yang mencantumkan permintaan agar Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengundurkan diri.
Rapat tersebut digelar di Hotel Aston, Jakarta, pada Kamis (20/11/2025) dan disebut dihadiri 37 dari 53 pengurus harian Syuriah. Risalah itu ditandatangani oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.
Namun, sejumlah petinggi Syuriah membantah adanya kesepakatan untuk meminta Gus Yahya mundur. Mereka menyebut tidak pernah menyetujui permintaan tersebut, sehingga kedua kubu saling mengklaim kebenaran versi masing-masing.
Polemik ini turut berujung pada pencopotan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dari jabatan Sekjen PBNU, yang dinilai berpihak kepada Syuriah.
Untuk meredam ketegangan, para kiai sepuh NU menggelar Forum Musyawarah Sesepuh NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Minggu (30/11/2025).
Pertemuan tersebut diprakarsai dua tokoh penting yakni KH Anwar Manshur dari Lirboyo dan KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso. Pertemuan ini dilakukan sebagai upaya memulihkan harmoni di tubuh PBNU.