Tanri Abeng, Menteri BUMN Era Presiden Soeharto hingga BJ Habibie yang meninggal hari ini, Minggu (23/6/2024). (Foto: Istimewa)
JAKARTA, (ERAKINI) – Tanri Abeng Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden Soeharto hingga Presiden BJ Habibiemeninggal dunia hari ini, Minggu (22/6/2024) dini hari di usia 82 tahun.
Dari informasi yang dihimpun, kabar duka atas meninggalnya Tanri Abeng tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah melalui pesan WhatsApp (WA) dan tersebar di grup-grup. Menurut informasi dari pesan WA yang tersebut, Tanri Abeng meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra Gatot Subroto Jakarta pada hari ini, Minggu (22/6/2024) dini hari.
"Innalillahi Wainnailaihi Rooji’un.. telah meninggal dunia Bp. Dr. H. Tanri Abeng, MBA di RS Medistra Gatot Subroto Jkt, pada Minggu dini hari tgl 23 Juni 2024 sekitar pukul : 02.30 WIB, Mohon do’a nya semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.. Aamiin YRA," demikian isi pesan WA kabar duka tersebut.
Dilansir dari laman Perpustakaan Nasional, MBA lahir di Selayar, Sulawesi Selatan, 7 Maret 1942. Ia adalah seorang pengusaha Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan.
Semasa kuliah, Tanri Abeng pernah terpilih sebagai peserta program pertukaran pelajar American Field Service. Setelah kembali ke Indonesia ia melanjutkan kuliah di Universitas Hasanudin. Ia sembari kulia juga bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan eksportir dan mengajar bahasa Inggris di sebuah SMA.
Tanri Abeng kemudian memperoleh beasiswa untuk mengambil Master of Business Administration dari State University, New York, AS. Setelah lulus MBA, ia bergabung dengan Union Carbide. Dimulai dari management trainee di Amerika Serikat, ketika berusia 29 tahun ia sudah menjabat sebagai direktur keuangan dan Corporate Secretary di perusahaan multinasional tersebut.
Tanri Abeng kemudian mengundurkan diri dari Union Carbide dan memilih bergabung dengan PT. Perusahaan Bir Indonesia (sekarang Multi Bintang Indonesia). Tahun 1979, ia resmi pindah menjadi CEO (Chief Executive Officer) di Multi Bintang. Sejalan dengan perkembangan perusahaan, namanya berganti dari PBI (Perusahaan Bir Indonesia) menjadi PT. MBI (Multi Bintang Indonesia).
Pada tahun 1991, ia mendapat tantangan baru untuk menjadi CEO di Bakrie Brothers. Di Bakrie ia coba melakukan restrukturisasi, profitisasi, dan pada akhirnya bisa menjadi perusahaan publik.
Dalam setahun ia telah berhasil meningkatkan keuntungan kelompok usaha Bakrie hingga 30%. Selain menjadi CEO, ia juga memegang banyak posisi senior non eksekutif di banyak organisasi kepemerintahan dan LSM, seperti Komisi Pendidikan Nasional, Badan Promosi Pariwisata, Dana Mitra Lingkungan, Asosiasi Indonesia Imggris, Institut Asia-Australia, Yayasan Mitra Mandiri, dan sebagainya.
Saat pemerintah berniat melakukan pendayagunaan (restrukturisasi dan privatisasi BUMN), Tanri menjadi orang yang dinilai paling kompeten.
Pada tahun 1991 pula kemudian Tanri Abeng memasuki dunia politik. Ia mewakili Golkar duduk di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Ia diangkat menjabat Menteri Negara Pendayagunaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Kabinet Pembangunan VII, kabinet terakhir pemerintahan Soeharto (1998). Hingga masa pemerintahan B.J. Habibie, ia tetap dipercaya di posisi jabatan yang sama dalam Kabinet Reformasi (25 Mei s/d 13 Oktober 1999).
Setelah Tanri tidak menjabat menteri, ia lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk mengembangkan pemikiran dan pendidikan manajemen, termasuk penulisan buku manajemen. Ia membuat buku "Dari Meja Tanri Abeng : Managing atau Chaos", yang diterbitkan Pustaka Sinar Harapan pada tahun 2000.
Tahun 2004, ia menjadi Komisaris Utama PT. Telkom Indonesia. Pada tahun 2010, Tanri Abeng menyelesaikan pendidikan Doktor dalam Ilmu Multidisiplin dari UGM. Setelah lebih dari empat dekade, malang melintang di perusahaan multinasional dan pemerintahan, tahun 2011, ia mendirikan Universitas Tanri Abeng, yang berlokasi di Ulujami, Pesanggahan, Jakarta Selatan.
Pada awal tahun 2012, ia menjabat sebagai CEO OSO Group, menggantikan Oesman Sapta Odang (founder). OSO Group bergerak dibidang pertambangan, perkebunan, transportasi, property dan hotel.
Tahun 2015, Tanri Abeng juga pernah menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Tanri Abeng ditunjuk menjadi Komut Pertamina menggantikan Sugiharto yang telah habis masa jabatannya.
Karier:
- PT. Union Carbide Indonesia
- Presiden Direktur PT. Perusahaan Bir Indonesia (sekarang PT. Multi Bintang Indonesia)
- Presiden Direktur Grup bakrie
- Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Kabinet Pembangunan VII
- Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Kabinet Reformasi
- Ketua Eksekutif Pusat Kepemimpinan
- Wakil Ketua Dewan Bisnis Indonesia-Malaysia
- Komisaris Utama PT. Telkom Indonesia
- Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) (2015–2019)[4]
- Komisaris Utama PT Bio Farma.