BMKG Sebut Hujan Deras Ekstrem Berpotensi hingga Februari, Ini Penyebabnya
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan penyebab hujan deras ekstrem yang mengguyur Jakarta dan sejumlah daerah lain di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipengaruhi oleh siklus balik fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO).
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa fenomena MJO berupa seruakan angin dingin dari Samudera Hindia ini sebelumnya telah terjadi pada akhir November hingga pertengahan Desember tahun lalu.
Fenomena MJO ini juga disertai dengan bibit siklon tropis yang menyebabkan hujan deras dengan intensitas 30-50 mm, yang berujung pada bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di selatan Jawa Barat dan Sumatera Utara. Beberapa kejadian tersebut bahkan menimbulkan korban jiwa.
“Seruakan udara dingin itu kemudian melandai dan kini berulang lagi. Siklus balik MJO dari Samudera Hindia ini terjadi setiap dua hingga tiga pekan atau sekitar 30-40 hari,” ujar Dwikorita dalam keterangannya, Kamis (30/1/2026).
BMKG memperkirakan potensi hujan deras akibat fenomena MJO ini masih akan terus terjadi di Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan. Bahkan hingga dasarian pertama Februari yang diperkirakan menjadi puncak musim hujan.
Selain Jakarta, daerah lain yang juga berpotensi diguyur hujan deras antara lain Sumatera Utara, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara. Sementara wilayah Sumatera Barat dan Jawa Barat diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sangat deras (lebih dari 50 mm).


















