Kopasgat hari ini merayakan ulang tahun ke-77 bertepatan dengan ulang tahun Presiden Terpilih Prabowo Subianto ke-73. Foto: Dok Kopasgat
JAKARTA, (ERAKINI) - Kopasgat hari ini merayakan ulang tahun ke-77 bertepatan dengan ulang tahun Presiden Terpilih Prabowo Subianto ke-73. Prabowo diketahui lahir 17 Oktober 1951, sementara Kopasgat terbentuk 17 Oktober 1947.
Kopasgat atau Komando Pasukan Gerak Cepat sebelumnya bernama Korps Pasukan Khas (Korpaskhas). Kopasgat juga sempat dinamai Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat) yang ditetapkan pada 17 Oktober 1947. Dalam perjalanannya, Kopasgat kemudian berubah menjadi Kopaskhas hingga akhirnya kembali menjadi Kopasgat.
Pada tahun 2022 lalu Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengeluarkan surat keputusan yang mengubah nama Korpaskhas menjadi Kopasgat. Kopasgat saat ini dipimpin Marsekal Muda (Marsda) Yudi Bustami. Ia menjabat Komandan Kopasgat sejak 29 November 2023.
Kopasgat merupakan satuan eliteTNI AU berkemampuan tiga matra, yakni Udara, Laut, dan Darat, Karenanya, Kopasgat cukup disegani di dunia. Ciri khas pasukan khusus ini, yaitu menggunakan baret warna jingga.
Pasukan ini merupakan pasukan tempur untuk kebutuhan matra udara yang memiliki kemampuan terjun payung militer. Sejarah terbentuknya Paskhas berawal dari permintaan Gubernur Kalimantan, Mohammad Noor kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Soerjadi Soerjadarma untuk menerjunkan pasukan payung di Kalimantan demi membantu perjuangan rakyat Kalimantan.
Pada 17 Oktober 1947, ada tiga belas anggota yang berhasil diterjunkan di Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Mereka adalah Hari Hadi Soemantri (montir radio AURI asal Semarang), FM Soejoto (juru radio AURI asal Ponorogo), Iskandar (Pimpinan Pasukan), Ahmad Kosasih, Bachri, J Bitak, C Williem, dan Imanuel Nuhan.
Selanjutnya, Amirudin, Ali Akbar, M Dahlan, JH Darius, dan Marawi. Mereka belum mendapatkan pendidikan secara sempurna kecuali mendapatkan pelajaran teori dan latihan di darat (ground training). Satu orang lagi, Jamhani batal terjun karena takut.
Mereka terjun dari pesawat C-47 Dakota RI-002 yang diterbangkan oleh Bob Freeberg yang berkebangsaan Amerika sekaligus sebagai pemilik pesawat dengan ko-pilot Opsir (U) III Suhodo, dan jump master Opsir Muda (U) III Amir Hamzah.
Bertindak sebagai penunjuk daerah penerjunan adalah Mayor (U) Tjilik Riwut putra asli Kalimantan. Ini adalah operasi lintas udara pertama dalam sejarah Indonesia.
Kopasgat terdiri dari 9 Batalyon Komando Kopasgat yang berada di bawah 3 Brigade. Setiap prajurit Pasgat minimal harus memiliki kualifikasi parakomando (Parako) untuk dapat melaksanakan tugas secara professional. Kemudian ditambahkan kemampuan khusus kematraudaraan sesuai dengan spesialisasinya.
Pasgat sebagai pasukan pemukul siap diterjunkan di segala medan baik hutan, kota, rawa, sungai, maupun laut untuk menumpas semua musuh yang melawan NKRI. Pasgat mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh pasukan khusus lainnya yaitu, Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD).
Semboyan Kopasgat adalah “Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana” yang memiliki arti “Menunaikan tugas tanpa menghitung untung dan ruginya”. Kopasgat mendarmabaktikan dirinya di berbagai medan operasi militer baik di dalam negeri ataupun luar negeri, serta tugas-tugas lain di bidang kegiatan sosial.