Presiden Prabowo Subianto saat melantik Brian Yuliarto sebagai Mendiktisaintek sisa masa jabatan periode 2024-2029, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Foto: BPMI Setpres
JAKARA, (ERAKINI) - Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet perdana pada Rabu (19/2/2025). Ini menjadikan Prabowo sebagai Presiden pertama yang tercepat melakukan reshuffle kabinet sejak pilpres langsung tahun 2004.
Dalam reshuffle kabinet itu Presiden Prabowo menunjuk Prof Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro. Dengan reshuffle ini, Satryo tercatat sebagai menteri kedua paling singkat menjabat sejak era era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Joko Widodo (Jokowi). Satryo hanya menjabat Mendiktisaintek sekitar 4 bulan.
Sedangkan menteri paling singkat menjabat adalah Arcandra Tahar yang hanya menduduki kursi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang sekitar 20 hari. Arcandra Tahar diberhentikan dengan hormat dari jabatan itu karena ketahuan masih memiliki paspor Amerika Serikat.
Perombakan kabinet memang hal lumrah dan menjadi hak prerogatif presiden. SBY tercatat sebagai presiden paling royal melakukan reshuffle kabinet. Presiden Keenam RI ini tercatat total melakukan 14 kali reshuffle kabinet selama dua periode menjabat (2004-2009 dan 2009-2014).
Meski demikian, SBY baru melakukan reshuffle kabinet pertama pada 7 Desember 2005 atau sekitar 14 bulan sejak dilantik pada 20 Oktober 2004. Waktu itu, SBY salah satunya mereshuffle Menteri Keuangan (Menkeu) Jusuf Anwar digantikan Sri Mulyani.
Pada periode kedua jabatannya (2009-2014), SBY pertama kali melakukan reshuffle kabinet pada 20 Mei 2010. Lagi-lagi, reshuffle kabinet dilakukan pada jabatan Menkeu, yakni Sri Mulyani digantikan oleh Agus Martowardojo.
Sementaa itu, pada era Jokowi terjadi sebanyak 13 kali reshuffle kabinet. Pada periode pertama Kabinet Kerja (2014-2019), Jokowi melakukan reshuffle perdana pada 12 Agustus 2015 atau sekitar 10 bulan setelah menjabat. Sedangkan pada periode kedua Kabinet Indonesia Maju (2019-2024), Jokowi pertama kali melakukan reshuffle pada 22 Desember 2020.
Namun, umumnya masa jabatan para menteri yang diganti lebih dari setahun. Selain karena kinerja dan rotasi, beberapa menteri yang diganti juga tersangkut kasus hukum. Berikut beberapa jabatan menteri tersingkat era SBY dan Jokowi:
Kabinet Indonesia Bersatu I 2004-2009 (SBY):
1. Menko Bidang Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab (21 Oktober 2004 hingga 7 Desember 2005), digantikan Aburizal Bakrie.
2. Menteri Keuangan Jusuf Anwar (21 Oktober 2004 hingga 7 Desember 2005), digantikan Sri Mulyani Indrawati yang semula menjabat Menteri PPN/Kepala Bappenas.
3. Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja (21 Oktober 2004 hingga 7 Desember 2005), digantikan Fahmi Idris yang sebelumnya menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Kabinet Indonesia Bersatu II 2009-2014 (SBY):
1. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (21 Oktober 2009 hingga 20 Mei 2010), digantikan Agus Martowardojo.
Kabinet Kerja 2014-2019 (Jokowi):
1. Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno (27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015), digantikan Luhut Binsar Pandjaitan.
2. Menko Bidang Perekonomian Sofyan Djalil (27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015), digantikan Darmin Nasution.
3. Menko Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Indroyono Soesilo (27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015) digantikan Rizal Ramli.
4. Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago (27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015), digantikan Sofyan Djalil.
5. Menko Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli (12 Agustus 2015 hingga 27 Juli 2016), digantikan Luhut Binsar Pandjaitan.
6. Menteri Perdagangan Rachmad Gobel (27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015), digantikan Thomas Trikasih Lembong.
7. Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil (12 Agustus 2015 hingga 27 Juli 2016), digantikan Bambang Brodjonegoro.
8. Menteri ESDM Arcandra Tahar (27 Juli 2016 hingga 15 Agustus 2016), digantikan Ignasius Jonan.
9. Menteri Sosial Idrus Marham (17 Januari 2018 hingga 24 Agustus 2018), digantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.
Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 (Jokowi):
1. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (23 Oktober 2019 hingga 23 Desember 2020), digantikan Budi Gunadi Sadikin.
2. Menteri Sosial Juliari Batubara (23 Oktober 2019 hingga 23 Desember 2020), digantikan Tri Rismaharini.
3. Menteri Agama Fachrul Razi (23 Oktober 2019 hingga 23 Desember 2020), digantikan Yaqut Cholil Qoumas.
4. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (23 Oktober 2019 hingga 23 Desember 2020), digantikan Sandiaga Uno.
5. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (23 Oktober 2019 hingga 23 Desember 2020), digantikan Muhammad Lutfi.
6. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (23 Oktober 2019 hingga 23 Desember 2020), digantikan Sakti Wahyu Trenggono.