Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno (Doel) ditetapkan sebagai pemenang Pilkada 2024 di Jakarta Barat berdasarkan hasil pleno rekapitulasi suara tingkat kota.Foto: Ilustrasi/Dok
Paslon RIDO hanya memperoleh 386.880 suara, sementara Dharma-Kun meraih 109.457 suara. Total suara sah yang tercatat sebanyak 997.075, dengan 71.927 suara tidak sah, sehingga total suara sah dan tidak sah mencapai 1.069.002.
"Dari hasil rapat pleno ini, kita bisa menyimpulkan bahwa pasangan 03 (Pram-Doel) memiliki raihan suara tertinggi di Jakarta Barat," ujar Ketua KPUJakarta Barat, Endang Istianti, saat pleno rekapitulasi suara tingkat kota di Grogol Petamburan, Rabu (4/12/2024) petang.
Pram-Doel tidak hanya unggul secara agregat, tetapi juga menang di seluruh kecamatan di Jakarta Barat. Kemenangan tersebut tercatat di delapan kecamatan, yakni Tamansari, Palmerah, Tambora, Kembangan, Kalideres, Cengkareng, Grogol Petamburan, dan Kebon Jeruk.
"Kami telah membacakan hasil dari delapan kecamatan, dan jumlah suara sudah disebutkan. Dari hasil ini, silakan disimpulkan siapa yang mendapatkan suara terbanyak di Jakarta Barat," tambah Endang.
Sementara itu, saksi pasangan RIDO menyatakan keberatan dan menolak untuk menandatangani hasil pleno penghitungan suara di lima kecamatan, yaitu Kembangan, Tambora, Kebon Jeruk, Cengkareng, dan Kalideres.
"Saksi pasangan RIDO hanya bersedia menandatangani hasil pleno untuk tiga kecamatan, yaitu Tamansari, Palmerah, dan Grogol Petamburan. Sedangkan untuk lima kecamatan lainnya, mereka menolak untuk menandatangani," jelas Endang.
Namun, meskipun ada penolakan tersebut, Endang menegaskan bahwa hal itu tidak mempengaruhi keabsahan hasil pleno. "Penolakan tersebut tidak berpengaruh pada sahnya hasil pleno," kata Endang.