Hendrar Prihadi yang menjabat Kepala LKPP sejak 10 Oktober 2022, kini harus menyerahkan kursi kepemimpinan kepada Sarah Sadiqa. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Pucuk pimpinan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) resmi berganti. Hendrar Prihadi yang menjabat Kepala LKPP sejak 10 Oktober 2022, kini harus menyerahkan kursi kepemimpinan kepada Sarah Sadiqa.
Sarah bukan nama asing di internal LKPP. Ia menjalani karier sepenuhnya di lembaga ini. Jabatannya di diawali sebagai Direktur Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional pada 2011, hingga menduduki posisi Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan sejak Februari 2020 hingga sekarang.
Lantas bagaimana dengan Hendrar Prihadi? Dirangkum Erakini Kamis (18/9/2025), Hendrar Prihadi menempuh pendidikan di SD Gergaji Semarang (1984), SMP Negeri 3 Semarang (1987), dan SMA Negeri 1 Semarang (1990).
Setelah lulus SMA, pria yang akrab disapa Hendi ini sempat kuliah di UPN Yogyakarta. Ia kemudian pindah ke Fakultas Ekonomi UNIKA Soegijapranata Semarang tahun 1992 dan lulus menjadi Sarjana Ekonomi pada 1996.
Hendrar Prihadi kemudian meneruskan studi S2 di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro pada tahun 1999 dan berhasil mendapatkan gelar Magister Manajemen pada 2002. Hendi lalu melanjutkan program Doktor Ilmu Sosial di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro, dengan fokus pada penelitian tentang Kota Cerdas (Smart City)
Hendi merupakan kader PDIP. Ia mulai bergabung dengan PDIP sejak tahun 2004. Pada tahun 2005 ia ditunjuk sebagai salah satu Wakil Ketua PDIP Jawa Tengah, hingga menjadi Ketua PDIP Kota Semarang pada 2010.
Ia mengawali karier di pemerintahan sebagai anggota DPRD Jateng pada tahun 2009. Di tahun yang sama juga Hendi mengundurkan diri dari kursi anggota DPRD Jateng, setelah mendapatkan rekomendasi untuk maju sebagai calon Wakil Wali kota Semarang.
Pada tahun 2010 Hendi terpilih sebagai Wakil Wali Kota Semarang dengan perolehan suara 34,28%. Tiga tahun berselang, Hendi ditunjuk menggantikan Wali Kota Semarang sebelumnya. Hendi juga mendapatkan rekomendasi untuk maju sebagai calon Wali Kota Semarang pada tahun 2015.
Di tahun 2016, Hendrar Prihadi dilantik sebagai Wali Kota Semarang, setelah dipilih oleh 46,46% pemilih dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota Semarang 2015. Hendrar Prihadi kemudian kembali maju sebagai calon petahana pada Pemilihan Wali Kota Semarang 2020 dan memenangkannya dengan raihan suara sebesar 91,57%
Sebelum bergabung dengan PDIP, Hendi dikenal sebagai tokoh kepemudaan Jawa Tengah, setelah menjabat Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah selama dua periode, yaitu sejak 2004-2010. Namun sebelum itu Hendi pernah menggeluti profesi sebagai sales kaca mata, dan berjualan ikan di pasar, sebelum akhirnya mendirikan perusahaan sendiri yang bergerak di bidang konstruksi.
Hendrar Prihadi pertama kali mencuri perhatian publik setelah dinobatkan sebagai Best City Manager kategori Dynamic Growth City dari Europe Business Assembly tahun 2014.
Ia juga dinobatkan sebagai Pembina Pelayanan Publik Terbaik di Indonesia 4 tahun berturut, yaitu pada 2016, 2017, 2018, dan 2019 dari Kementerian PAN-RB. Pada 2019, Hendi juga dinobatkan sebagai Asia Best Mayor Of The Year oleh Asia Global Council.
Pada tahun 2020 ia sukses membawa Kota Semarang mendapatkan predikat sebagai kota terbersih di Asia Tenggara dari organisiasi ASEAN. Tak hanya itu, Hendi dua kali berturut-turut dinobatkan oleh Metro TV sebagai People Of The Year pada tahun 2019 dan 2020, serta mendapatkan predikat sebagai Wali Kota Terpopuler di Indonesia dari Humas Indonesia di tahun 2020.
Hendrar Prihadi dinilai sebagai sosok yang unggul dalam penanganan banjir di Indonesia. Ia berhasil mengurangi persentase wilayah rawan banjir di Kota Semarang secara drastis semenjak dipimpinnya, dimana permasalahan tersebut tidak terselesaikan sebelumnya.
Tak hanya itu, Kota Semarang di tangan Hendrar Prihadi juga bertransformasi menjadi kota wisata. Konsep pembangunan Water Front City menjadi salah satu gagasan Hendrar Prihadi dalam mempercantik Kota Semarang.
Kota Lama Semarang dalam kepemimpinannya berubah drastis, dari yang semula wilayah kumuh, rob, dan banjir, telah dibangunnya menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia.
Kini, setelah tak lagi menjadi pejabat pusat, Hendi mengaku akan pulang kampung ke Semarang. PDIP juga menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto mengganti Hendi.
"PDI Perjuangan sangat menghormati prinsip bernegara bahwa kekuasaan eksekutif ada di tangan Presiden. Karena sekarang presidennya Pak Prabowo maka beliaulah yang berwenang menata kabinet dan lembaga negara," ujar Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah.
Ia mengatakan keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden dan PDIP mendukung langkah itu sepenuhnya. "PDI Perjuangan itu adalah organisasi partai politik yang sangat menghormati prinsip-prinsip bernegara. Salah satu prinsip bernegara kita adalah kekuasaan eksekutif itu berada di tangan presiden," katanya.