Penglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto. Foto: Erakini/Wawan Bastian
JAKATRA, (ERAKINI) - Mayjen TNI Rio Firdianto resmi menjabat Penglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan, menggantikan Letjen TNI Mochammad Hasan, setelah serah terima jabatan (sertijab) di Aula Jenderal Besar AH Nasution, Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2024). Sertijab tersebut dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Mayjen Rio diangkat menjadi Pangdam I/ sesuai dengan Keputusan Jenderal TNI Agus Subiyanto, Nomor Kep/1264/X/2024 tertanggal 18 Oktober 2024. Kodam I/BB merupakan komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.
Usai sertijab, Mayjen Rio Firdianto langsung terbang ke Makodam I/Bukit Barisan di Medan, Sumatera Utara. Mayjen RIo memulai tugas pertamanya sebagai Pangdam dengan memimpin Apel Luar Biasa dan menyerahkan Risalah Sertijab Pangdam I/BB di Lapangan Hijau Makodam I/BB, Selasa (3/12/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Mayjen Rio menyampaikan apresiasi kepada Letjen TNI Mochammad Hasan dan mengajak seluruh prajurit Kodam I/BB untuk terus meningkatkan disiplin, etos kerja, serta produktivitas guna mendukung tugas utama TNI AD.
“Mohon dukungan seluruh prajurit agar Kodam I/BB menjadi satuan yang dapat diandalkan dalam menjaga kedaulatan, keutuhan, dan kehormatan bangsa,” ujar Mayjen Rio, dikutip dari keterangan resmi Pendam I/BB.
Menjabat sebagai Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen Rio menyampaikan akan melanjutkan visi dan misi dari Letjen TNI Mochammad Hasan, yakni mewujudkan prajurit dan satuan yang disiplin. Ia juga akan bersinergi dengan satuan yang ada di wilayah Sumatera.
Mayjen Rio Firdianto, yang lahir di Jakarta pada 1 Juni 1972, sebelum menjabat sebagai Pangdam I/Bukit Barisan, menjabat sebagai Perwira Staf Ahli (Pa Sahli) Tingkat III Bidang Kawasan Khusus dan Lingkungan Hidup Panglima TNI.
Dirangkum dari sejumlah sumber, Kamis (5/12/2024), Rio adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 dan memiliki latar belakang dalam bidang Artileri Medan. Ia memulai karier militernya sebagai perwira pertama di Kostrad Batalyon Armed 12/Kostrad.
Setelah bertugas di Korem 061/SK Dam III, ia kembali bertugas di Satuan Jajaran Korps Artileri Medan sebagai Komandan Batalyon (Danyon) Armed 5/105 Tarik Kodam III Siliwangi pada 2010-2012.
Saat masih perwira menengah (pamen) dengan pangkat Kolonel, Rio pernah menjabat sebagai Asintel Danpaspampres selama setahun, yakni 2014-2015. Ia kemudian dipromosikan menjadi Dangrup D Paspampres pada tahun 2015.
Grup D Paspampres adalah satuan yang memiliki tugas melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap mantan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. Rio menduduki posisi ini hingga 2018 sebelum akhirnye menduduki posisi Sesmin Kasum TNI pada 2018-2019.
Kariernya kemudian melejit. Pada 20 November 2019, Rio dipromosikan menjadi perwira tinggi (pati) sebagai Asintel Kaskogabwilhan II dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) atau bintang 1.
Pada 18 November 2020, ia dipercaya mengisi jabatan baru sebagai Dansat Intel Bais TNI. Ia menduduki posisi itu selama 2 tahun. Pada Januari 2023, ia diangkat menjadi Waasintel KSAD Bidang Inteltek dan Hublu hingga tahun 2024.
Jabatan terakhirnya sebelum dilantik menjadi Pangdam I/Bukit Barisan adalah Pa Sahli Tingkat III Bidang Wassus dan LH Panglima TNI berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/329/III/2024.
Selama berdinas, Rio telah terlibat dalam berbagai operasi militer, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Di dalam negeri, ia terlibat dalam operasi pengamanan konflik horizontal di Kalimantan Barat (1998), serta penugasan di Papua dan berbagai wilayah lainnya.
Dalam penugasan luar negeri, ia ikut dalam pengamanan VVIP di negara-negara seperti Korea Selatan, China, Singapura, Australia, Perancis, dan Arab Saudi.
Rio, yang memiliki dua putri, telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya S L Kesetiaan VIII Tahun, S L Dwidya Sistha, S L Wira Siaga, dan SL Kesetiaan XVI Tahun. Selain itu, ia juga sudah mengikuti berbagai pendidikan militer, di antaranya Susarcab Armed (1994), Seskoad (2008), Sesko TNI (2017), dan Lemhanas (2020).