Konferensi Cabang Istimewa (Konfercabis) ke-II yang digelar oleh Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Pagar Nusa Hongkong di Kowloon Mosque and Islamic Centre, Nathan Road, Hongkong, Minggu (15/12/2024). (Foto: Pagar Nusa)
Konferensi ini dibuka oleh Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa, Edy Junaedi, yang mewakili Ketua Umum Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil). Forum ini juga menetapkan Wantiningsih sebagai Ketua PCI Pagar NusaHongkong periode 2024-2027.
Dalam sambutan yang dibacakan, Gus Nabil menekankan pentingnya menjaga persatuan dan akhlak di tengah kehidupan rantau. “Pagar Nusa adalah medan pengabdian, bukan tempat mencari kemenangan pribadi. Kita hadir untuk membangun, menguatkan, dan menjaga marwah bangsa di negeri orang,” ujar Gus Nabil.
Ia juga menegaskan bahwa kader Pagar Nusa harus memiliki akhlak mulia sebagai modal utama dalam perjuangan. “Hidup di negeri orang ibarat berlayar di tengah samudera luas. Jaga tata krama, sopan santun, dan patuhi aturan setempat. Setiap langkah kita adalah wajah Indonesia di mata dunia, dan kader Pagar Nusa harus menjadi contoh yang baik,” tambah Gus Nabil.
Gus Nabil juga mengingatkan bahwa guyub rukun adalah fondasi yang harus dijaga. “Berpecah belah melemahkan, bersatu menguatkan. Jangan sampai perbedaan kecil meretakkan kebersamaan yang kita bangun dengan susah payah.”
Konferensi ini juga dihadiri oleh pengurus PCI Nahdlatul Ulama Hongkong, termasuk Kistiawanto (Rais Syuriah), Sri Wahyuni (Wakil Bendahara PCI NU), dan sejumlah tamu penting seperti Raymond Ali (Konsulat Kejaksaan KJRI Hongkong) serta KH. Muhaimin Karim (Vice President Islamic Union of Hong Kong).
Proses pemilihan berlangsung demokratis melalui pemungutan suara terbuka. Wantiningsih terpilih sebagai Ketua, didampingi oleh tim formatur yang terdiri dari, Wantiningsih (Ketua Terpilih), Tasiyem Martono (Ketua Demisioner PCI Pagar NusaHongkong), Suparno (Ketua Tanfidziyah PCI NU Hongkong), Sugiyanti (Sekretaris PAC Tsim Sha Shui), Artin Joe (Ketua PAC Yuenlong), dan Wasis Sutriyah W. (Ketua PAC Sheung Shui).
Dalam sidang musyawarah, kepengurusan baru menyusun program kerja prioritas, antara lain:
“Solidaritas dan akhlak harus menjadi kunci utama dalam setiap langkah. Kader Pagar Nusa bukan hanya pendekar di arena, tetapi juga penjaga nilai-nilai luhur di tengah masyarakat,” pesan Gus Nabil yang kembali ditegaskan oleh Edy Junaedi.
Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran Pagar NusaHongkong sebagai duta budaya dan tradisi Indonesia di luar negeri. Gus Nabil menegaskan bahwa Pagar Nusa membawa misi kebangsaan dan kemanusiaan di mana pun berada.
“Di negeri rantau, kader Pagar Nusa harus menjadi simbol kekuatan, kesantunan, dan persatuan. Jadilah pejuang yang memberi manfaat, menjaga marwah organisasi, dan memuliakan bangsa kita.”
Konfercabis ditutup dengan doa bersama dan deklarasi hasil pemilihan. Ketua Panitia, Rani Ramadhan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran acara ini. Dengan kepemimpinan baru di bawah Wantiningsih, Pagar NusaHongkong diharapkan semakin aktif, solid, dan berperan dalam menjaga tradisi pencak silat serta mengokohkan identitas bangsa Indonesia di mata dunia.
Konferensi ini menegaskan peran Pagar NusaHongkong sebagai benteng budaya dan organisasi yang memperkuat solidaritas warga Nahdliyin di negeri rantau. “Solidaritas, akhlak, dan pengabdian adalah kunci keberhasilan kader Pagar Nusa di mana pun berada,” tutup Edy Junaedi.
“Kita bukan sekadar pendekar di arena, tetapi penjaga nilai-nilai di setiap langkah kehidupan,” pesan Gus Nabil menutup acara.