Komjen Pol Syahardiantono resmi menjabat sebagai Kabareskrim Polri. Syahar mengikuti jejak putra Blora lainnya, Jenderal Agus Andrianto yang pernah menduduki posisi Kabareskrim. Foto: Dok Polri
Dirangkum Erakini, Syahardiantono lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 2 Februari 1970. Sebagai anak daerah, Syahar dikenal mempunyai kepedulian di berbagai bidang, seperti sosial, keagamaan, hingga pendidikan. Bahkan, jenderal polisi bintang 3 ini sudah membangun masjid dan sekolah di tempat tinggal semasa kecilnya, yakni Blora.
Menariknya, Syahar mengikuti jejak putra Blora lainnya, Jenderal Agus Andrianto yang pernah menduduki posisi Kabareskrim. Agus Andrianto yang saat ini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Lembaga Pemasyarakatan (menimipas) juga merupakan salah satu putra terbaik Blora.
Syahar merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991. Ia satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Syahar berpengalaman di bidang reserse dan telah menduduki sejumlah jabatan penting di tubuh Polri.
Perjalanan karierenya dimulai pada 2010 saat dipercaya menjadi Kapolres Pasuruan, Jawa Timur. Setahun berselang, ia menjabat Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Jatim.
Pada 2012, Syahar ditarik ke Mabes Polri sebagai Kasubdit VI Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri. Dua tahun kemudian, ia dipercaya memimpin Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepulauan Riau.
Pada 2016, Syahar menempati jabatan Widyaiswara Muda Sespimmen Sespim Lemdikpol Polri. Dua tahun setelahnya ditunjuk sebagai Kabag Penum Divisi Humas Polri. Posisi ini sekaligus menjadikannya salah satu juru bicara resmi Polri.
Kariernya terus menanjak. Tahun 2019, ia menyandang pangkat brigadir jenderal (brigjen) dan dipercaya sebagai Kepala Biro Pengelolaan Informasi dan Data (PID) Divisi Humas Polri. Pada 2020, Syahar dipercaya memegang jabatan strategis sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim.
Saat menjabat Dirtipidter, Syahardiantono menjadi momok bagi mafia pertambangan. Ia berhasil menangani banyak kasus mafia pertambangan. Ia dengan tegas dan berani menindak pelaku hingga ke pihak-pihak yang berada di belakang layar, termasuk oknum yang menjadi beking.
Keberaniannya inipun berbuah promosi jabatan lama. Setahun kemudian, tepatnya ada 2021, melalui Surat Telegram bernomor ST/318/II/KEP/2021, Syahar dipercaya menjabat Wakabareskrim menggantikan Irjen Pol Wahyu Hadiningrat.
Kasus pembunuhan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang menyeret Kadiv Propam Polri Irjen ol Ferdy Sambo membawa tantangan baru bagi Syahar.
Pada Agustus 2022 ia ditunjuk menjadi Kadiv Propam Polri menggantikan Irjen Ferdy Sambo. Penunjukan itu tertuang dalam Surat Telegram (ST) bernomor ST: 1628/VIII/KEP/2022.
Tidak mudah menduduki posisi ini setelah kasus yang menjerat Ferdy Sambo. Kepercayaan publik saat itu terjun bebas terhadap Polri.
Namun, selama dua tahun menjabat Kadiv Propam, Syahar berhasil menjaga dan mengembalikan marwah institusi Polri.
Keberhasilan ini membawa Syahar ke jabatan bintang 3.
Kariernya semakin melesat ketika pada 25 Juni 2024 dipercaya menjabat Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri menggantikan Komjen Pol Suntana. Jabatan ini sekaligus membawanya meraih pangkat Komisaris Jenderal (Komjen).
Adanya rotasi dan mutasi yang dilakukan Kapolri pada awal Agustus 2025 kembali membawa Syahar ke posisi yang lebih strategis. Ia kembali satuan aslinya, yakni reserse.
Melalui Surat Telegram Kapolri nomor: ST/1764/VIII/KEP./2025, tertanggal 5 Agustus 2025, Syahardiantono ditunjuk sebagai Kabareskrim Polri menggantikan Komjen Pol Wahyu Widada yang bergeser menjadi Irwasum Polri.
Dengan pengalaman panjang di bidang reserse dan sederet jabatan strategis yang pernah diemban, Syahardiantono kini menjadi sosok penting dalam penguatan penegakan hukum di Indonesia.
Rekam jejaknya sebagai penegak hukum yang tegas sekaligus komunikatif menjadi modal besar dalam memimpin Bareskrim Polri ke depan.