Rekam Jejak Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, Putra Tasikmalaya Anak Letkol TNI AD
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Irjen Pol Asep Edi Suheri resmi menjabat Kapolda Metro Jaya setelah serah terima jabatan (sertijab) dari Irjen Pol Karyoto di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2025). Sertijab sekaligus pelanatikan dipimpin langsung Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Penunjukan Asep sebagai orang nomor satu di jajaran Polda Metro Jaya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1764/VIII/KEP/2025 tertanggal 5 Agustus 2025.
Dirangkum Erakini, Asep Edi Suheri lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 16 November 1971. Ia merupakan putra perwira menengah (pamen) TNI AD, Letkol Infanteri (Purn Anumerta) A Sukmana. Masa kecilnya dihabiskan di Tasikmalaya, sebelum menempuh pendidikan menengah di Cirebon.
Jejak langkahnya kemudian membawanya masuk Akademi Kepolisian (Akpol), dan ia resmi menyandang baret Bhayangkara setelah lulus pada 1994. Sejak itu, kariernya menanjak dengan berbagai penugasan penting, baik di daerah maupun pusat.
Asep pernah memimpin beberapa kepolisian resor, di antaranya Kapolres Cirebon Kota (2011), Kapolres Sukabumi (2012), hingga Kapolresta Tangerang (2016). Ia juga menjabat Wakapolresta Bekasi Kota (2015) serta menempati sejumlah posisi strategis di Mabes Polri.
Ia pernah menjabat Kabaglotas Set NCB Interpol Divhubinter (2017), Wadirtipidter Bareskrim (2020), Kepala Korwas PPNS Bareskrim (2020), Direktur Tindak Pidana Siber (2021), hingga menduduki posisi Wakabareskrim (2022).
Saat menjadi Kapolres Sukabumi, Asep berhasil menggagalkan penyelundupan 95 imigran gelap asal Timur Tengah pada 2 Agustus 2013 di Pantai Karanghaji, Sukabumi.
Di Tangerang, 2017, ia mendapat apresiasi dari MUI Kabupaten Tangerang karena kebijakannya menolak izin acara hiburan dengan unsur vulgar. Kebijakan ini dinilai mampu menjaga moralitas masyarakat.
Nama Asep makin dikenal publik ketika dipercaya menjadi Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim. Ia mengungkap sejumlah kasus besar, salah satunya penipuan lintas negara melalui modus email palsu yang merugikan hingga Rp82 miliar pada 2021.
Pada 2022, Asep juga memimpin pengungkapan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret Doni Salmanan, sosok “crazy rich” Bandung terkait investasi bodong Quotex.
Di tahun yang sama, ia merampungkan penyidikan kasus ujaran kebencian bermuatan SARA terkait pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan tersangka Edy Mulyadi.
Kiprah Asep tidak berhenti di situ. Ia juga pernah memimpin Satuan Gabungan Penanggulangan Narkoba Bareskrim Polri yang sukses mengungkap sembilan kasus narkoba. Selain itu, pada 2023, Asep berperan dalam mengungkap kasus pengaturan skor Liga 2 musim 2018 saat menjabat sebagai Kepala Satgas Antimafia Bola Polri.
Kini, tonggak kariernya berlanjut sebagai Kapolda Metro Jaya, salah satu posisi paling strategis di kepolisian Indonesia. Polda Metro Jaya kerap menjadi sorotan karena mengamankan wilayah Ibu Kota, pusat pemerintahan dan ekonomi nasional, sekaligus barometer keamanan Indonesia.


















