Cerita Prof Mahmud Erol Kilic Mengajar Ilmu Tasawuf di Turki Selama 25 Tahun
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Guru Besar Tasawuf asal Turki, Prof Mahmud Erol Kilic, menceritakan pengalamannya mengajar Sufisme Islam atau ilmu tasawuf di sejumlah kampus di negaranya selama lebih dari dua dekade. Pengalaman itu ia bagikan saat menjadi narasumber dalam Diskusi Pakar #4 bertajuk Aksi Kemanusiaan dalam Perspektif Kebudayaan Islam yang digelar Institute for Humanitarian Islam (IFHI) di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/7/2025).
"Selama 25 tahun, saya mengajarkan filsafat Sufisme di Universitas Barbaro. Kini, saya juga terlibat di Universitas Üsküdar, sebuah universitas swasta di Turki yang memiliki Institute of Sufi Studies," ujar Prof Erol dalam bahasa Inggris yang sesekali diselingi permintaan maaf atas keterbatasan bahasanya.
Melalui institusi tersebut, lanjut Prof Erol, pihaknya mengorganisasi program studi magister (MA) dan doktor (PhD) di bidang kajian Sufi. Tak hanya itu, mereka juga rutin menggelar sekolah musim panas yang diikuti peserta dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan tentu saja, dari Turki sendiri.
"Setiap musim panas kami mengadakan kelas internasional. Ada pelajar dari berbagai belahan dunia yang ingin belajar tentang warisan dan ajaran Sufisme," jelasnya.

Prof Erol juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjabat sebagai Duta Besar Turki untuk Indonesia, meski ia bukan berasal dari kalangan diplomat karier.

















