Susunan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin periode 2019-2024 saat diumumkan pertama kali, Rabu (23/10/2019) . Foto: Kominfo Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Pembahasan calon menteri mulai mencuat pasca KPU secara resmi menetapkan Prabowo Subianto-Gibran Rakamuning Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2024-2029. Tentu tarik- menarik yang diprediksi kencang datang dari partai-partai pendukung.
Perebutan jatah kursi menteri bakal semakin alot dengan kemungkinan bergabungnya partai-partai rival pada Pilpres 2024. Apalagi penjajakan koaliasi langsung dilakukan sang Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Dalam safari politiknya dua hari terakhir, paling tidak Prabowo sukses mendapat lampu hijau dari dua partai besar, yakni NasDem dan PKB. Tidak ada yang mengetahui deal-deal yang ditawarkan Prabowo kepada NasDem dan PKB sehingga keduanya menyatakan siap mendukung pemerintahan baru ke depan.
Tapi sudah rahasia umum setiap parpol memiliki kepentingan dalam pemerintahan. Ibaratnya, tidak ada makan siang gratis. Ini yang membuat komposisi Kabinet Prabowo-Gibran manarik untuk ditunggu.
Diketahui, pada kontestasi Pilpres 2024, pasangan Prabowo-Gibran diusung koalisi Indonesia Maju (KIM) gabungan 10 partai politik. Ke- 10 partai politik itu terdiri dari empat partai politik parlemen, yaitu Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, Partai Demokrat, serta empat partai non-parlemen yaitu PBB, Partai Gelora Indonesia, PSI, Partai Garuda, dan partai lokal Partai Aceh. Kemudian dua partai nonpartisipan Pemilu 2024, yaitu PRIMA dan Partai Berkarya.
Sejak pilpres secara langsung pertama kali digelar Indonesia pada 2004, peran dan kontribusi partai pengusung memang selalu mendapat jatah kursi di kabinet, walaupun sebenarnya penentuan menteri merupakan hak prerogatif presiden. Kalaupun di awal pembentukan kabinet tidak kebagian kursi, tidak menutup kemungkinan bakal mengisi pos menteri ketika terjadi resuffle kabinet.
Lantas seperti apa komposisi Kabinet Prabowo-Gibran periode 2024-2029, apakah akan didominasi unsur parpol, atau kalangan profesional? Berikut perbandingan komposisi kursi menteri dari kalangan parpol dan profesional era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Jokowi pada pembentukan awal atau sebelum adanya resuffle:
Pemerintahan: SBY-Jusuf Kalla
Kabinet Indonesia Bersatu I (2004-2009)
Jumlah menteri non-parpol: 21 orang
Jumlah menteri parpol: 16 orang, terdiri dari Golkar 2, PKB 2, PBB 2, PKS 3, PAN 2, PPP 2, Demokrat 2, PKPI 1
Pemerintaan: SBY-Boediono
Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014)
Menteri non-parpol: 16 orang
Menteri parpol: 21 orang, terdiri dari Demokrat 6, Golkar 4, PKS 4, PPP 3, PAN 2, dan PKB 2
Pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla
Kabinet Kerja (2014-2019)
Menteri non-parpol: 20 orang
Menteri parpol: 14 orang, terdiri dari PDIP 4, PKB 4, NasDem 3, Hanura 2, dan PPP 1
Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin
Kabinet Indonesia Maju (2019-2024)
Menteri non-parpol: 18 orang
Menteri parpol : 16 orang, terdiri dari PDIP 4, Golkar 3, NasDem 3, PKB 3, Gerindra 2, dan PPP 1