Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2024 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (20/12/2024). (Foto: Puspen TNI)
DENPASAR, (ERAKINI) - Dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Panglima TNIJenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Pol memimpin langsung .
Apel Gelar PasukanOperasi Lilin 2024 ini berlangsung di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (20/12/2024). Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa TNI telah menyiapkan 80.846 personel yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
“Dalam pelaksanaan dukungan Natal dan Tahun Baru, TNI sudah menyiapkan secara keseluruhan 80.846 personel yang tersebar di wilayah Indonesia, khususnya di Provinsi Bali sejumlah 3.500 personel, kemudian juga TNI memberikan dukungan transportasi darat, laut dan udara,” kata Panglima TNI.
Jenderal Agus berharap dengan keberadaan TNI, Polri dan Kementerian dilapangan akan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah Natal 2024 dan libur Tahun Baru 2025.
Sementara itu, Kapolri JenderalListyo Sigit Prabowo saat menyampaikan amanat dalam apel tersebut menyampaikan bahwa sebanyak 141.605 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan dan 2.794 posko didirikan.
“Operasi ini melibatkan 141.605 personel gabungan, termasuk 75.447 personel Polri, guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” kata Kapolri.
Polri, kata Listyo Sigit, telah mendirikan 2.794 posko yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Posko tersebut terdiri dari 1.302 pos pengamanan, 735 pos pelayanan, dan 207 pos terpadu. Selain itu, sebanyak 61.452 objek pengamanan menjadi fokus utama, mencakup gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, tempat wisata, serta lokasi perayaan tahun baru.
Adapun puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 21 dan 28 Desember 2024. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 29 Desember 2024 dan 1 Januari 2025.
Untuk itu, Kapolri meminta seluruh jajaran untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, termasuk kepadatan penumpang di jalur penyeberangan serta lonjakan pengunjung di tempat wisata.