Rencana ini diungkapkan oleh saat menerima kunjungan Rektor Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya Tasikmalaya, Asep Salahudin di Kantor Pusat Kemenag RI.
“Saya, bersama teman-teman dan staf ahli, serta para dirjen, memulai fokus ini. Kita membentuk DitjenKontra Radikalisme, Ditjen Pendidikan Tinggi Keagamaan, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Keagamaan, dan DitjenPAUD,” kata Wamenag Romo M. Syafi’i dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (28/4/2025).
Selain itu, kata Wamenag, Kemenag juga akan melakukan transformasi madrasah menjadi tiga model, yaitu Madrasah PK (fokus kitab kuning), Madrasah IC (fokus cendekiawan), dan Madrasah Kejuruan.
“Juga kami berencana menambah satu direktorat khusus bidang vokasi untuk memperkuat aspek kejuruan. Ini untuk menangkap peluang besar dari kebijakan presiden tentang badan pangan, badan energi, kinerja industrialisasi, dan lain-lain, yang akan membuka banyak lapangan kerja, terutama yang membutuhkan keahlian praktis,” katanya.
Kemenag, kata dia, juga mendorong pembukaan program studi baru, seperti Manajemen Pesantren dan Industri Halal. Program studi Industri Halal bertujuan mengembangkan ekosistem halal di Indonesia, meliputi makanan, obat-obatan, kosmetik, gaya hidup, hingga pariwisata halal.
"Semua yang terkait pendidikan agama, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, saya usahakan maksimal. Kita ingin mencetak generasi yang adaptif, berintegritas, dan relevan dengan kebutuhan zaman," pungkas Romo.
Sementara itu, Rektor IAILM Suryalaya Asep Salahudin mengajak Wamenag untuk hadir di kampus mereka guna memberikan pencerahan kepada para mahasiswa dan santri.
“Kami akan sangat berterima kasih dan berbahagia apabila Romo berkenan hadir di kampus kami, memberikan pencerahan kepada para mahasiswa, siswa, dan santri di Suryalaya,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Asep juga memperkenalkan profil IAILM dan Pesantren Suryalaya. Ia menjelaskan bahwa Pesantren Suryalaya tahun ini memperingati usia ke-120 sejak didirikan pada 1905, sementara kampus IAILM sendiri telah memasuki usia 39 tahun. Menurut keterangannya, pendidikan di bawah naungan Pesantren Suryalaya telah tersedia dari jenjang TK hingga Aliyah.
Diharapkan olehnya agar kolaborasi dengan Kementerian Agama dapat memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kami sedang berupaya agar ke depan bisa berkembang menjadi sebuah universitas yang solid. Semoga ke depannya berhasil,” kata Asep.