Gelombang Dukungan untuk Gus Yaqut Terus Mengalir, Kiai dan Ribuan Santri Penuhi Pengadilan Tipikor
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) — Gelombang dukungan terhadap mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) terus mengalir, dalam menghadapi sidang kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024.
Hari ini, kiai dan ribuan santri berdatangan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk memberikan dukungan langsung kepada Gus Yaqut.
Dukungan tersebut datang dari berbagai daerah. Rombongan datang antara lain dari Rembang dan Salatiga, Jawa Tengah, yang berangkat menggunakan sejumlah bus.
Selain itu, santri dari Majelis Ta’lim Al Azwar, Pemalang. Salah seorang santri, Hermanto, mengatakan, rombongan berangkat dari Pemalang pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Dalam perjalanan menuju Jakarta, mereka menyempatkan diri berziarah ke Cirebon, Jawa Barat.
“Kami berangkat dari Pemalang Senin pukul 18.30. Kami menyempatkan ziarah dulu di Cirebon,” ujar Hermanto.
Setelah menempuh perjalanan semalaman, rombongan tiba di Pengadilan Tipikor sekitar pukul 07.00 WIB.
Menurut Hermanto, kedatangan mereka merupakan bentuk dukungan moral sekaligus harapan agar proses hukum yang dijalani Gus Yaqut berlangsung adil.
“Kami datang untuk memberikan dukungan dan meminta keadilan untuk Gus Yaqut,” katanya.
Pengasuh Ponpes Edi Mancoro Salatiga KH Muhamad Hanif bersama para santrinya juga datang ke Jakarta untuk menyampaikan dukungan kepada Gus Yaqut.
Sejumlah kiai lain yang dijadwalkan menghadiri persidangan hari ini antara lain KH M Syarofuddin Ismail Qoimaz, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Rembang; KH Abdul Ghofur Maimoen, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 3, Rembang; serta KH Aunullah A'la Habib, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda Doglo, Boyolali.
Selain itu, KH Labib Shodiq Suhaimi atau Abah Labib, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Sirampog, Brebes, serta KH Ahmad Purwaji dari Riau.
Pantauan Erakini, ribuan santri dan Sahabat Gus Yaqut memenuhi halaman PN Jakarta Pusat. Kehadiran para kiai dan santri ini untuk memberikan dukungan moril kepada Gus Yaqut. Dukungan mereka disuarakan melalui gerakan bertagar #BebaskanGusYaqut. Adapun persidangan baru dimulai pukul 10.35 WIB.


















