Peserta Program Beasiswa Indonesia Maju Diimbau Jaga Nama Indonesia
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Peserta didik DKI Jakarta pada Program Beasiswa Indonesia Maju untuk pendidikan S1 Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN) diimbau agar selalu menjaga nama baik Indonesia di kancah dunia.
Hal itu diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. ”Saya ucapkan selamat kepada adik-adik yang telah lolos beasiswa setelah lulus bangku SMA. Tolong jaga nama baik Indonesia, budaya dan karakter kita. Perkenalkan keanekaragaman dan kekayaan ragam kebudayaan Indonesia kepada dunia internasional," kata Heru dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (10/7/2023).
Hari ini, Heru didampingi Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda DKI Jakarta Widyastuti dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Purwosusilo menerima audiensi dan melepas keberangkatan 44 peserta didik SMA Negeri dan Swasta di DKI Jakarta yang lolos Program Beasiswa Indonesia Maju di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat.
Heru juga berharap agar para peserta didik dapat beradaptasi dengan baik dan mematuhi aturan serta etika saat berada di negara lain.
Selain itu, Heru juga berpesan apabila para peserta didik telah menyelesaikan studi di luar negeri, dapat segera menyiapkan bekal yang mampu membawa perubahan lebih baik untuk Jakarta, bahkan Indonesia.
"Kalau sudah lulus, jangan lupa Indonesia, kembali ke sini, bersiap bangun negeri, bangun Jakarta. Sekali lagi selamat, kebanggaan orang tua adalah ketika anaknya sukses dan berprestasi," ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo mengatakan, untuk Program Beasiswa Indonesia Maju ini peserta didik dari DKI Jakarta menjalani proses seleksi yang panjang, mulai September hingga November 2022.
“Dari 44 peserta didik, hari ini yang hadir 34 orang, karena ada yang sedang ikut pelatihan nasional (pelatnas) Olimpiade Sains Nasional (OSN), lalu ada yang sudah langsung ke lokasi kampus mereka di luar negeri. Mereka lulus di beragam jurusan, ada yang IT, Ilmu Lingkungan, Sains Murni dan Ilmu Komputer," ujar Purwosusilo.

















