Search

Jemaah Haji Diimbau Minum Air Putih Setiap Lima Menit agar Tidak Dehidrasi

MAKKAH, (ERAKINI) - Jemaah haji Indonesia yang berada di Makkah diimbau untuk rutin mengonsumsi air putih tanpa menunggu rasa haus guna mencegah dehidrasi di tengah cuaca panas yang mencapai 36 derajat Celsius.

Kepala Seksi PKP2JH Lansia dan Disabilitas Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Mayor CKM dr Ridwan Siswanto, mengatakan kebiasaan sebagian jemaah yang enggan minum air secara rutin justru meningkatkan risiko kekurangan cairan.

Menurut Ridwan, banyak jemaah khawatir terlalu sering ke kamar mandi atau batal wudhu saat berada di Masjidil Haram.

“Jemaah menurut saya itu pada ketakutan atau tidak mau wudhunya batal. Karena repot, apalagi kalau sudah di dalam Masjidil Haram, sudah di Safa, keliling, tiba-tiba kebelet, kan repot,” ujar Ridwan saat ditemui Tim MCH di Kantor Daker Makkah, Selasa (28/4/2026).

Akibatnya, tidak sedikit jemaah yang menahan minum. Padahal, ia menegaskan, menjaga asupan cairan sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Ridwan menyarankan jemaah untuk minum air secara berkala, misalnya setiap lima menit dengan dua teguk air.

“Sering minum itu berkala, mungkin setiap lima menit minum dua teguk,” kata dia.

Dia menjelaskan, kecukupan cairan sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Jika tidak terpenuhi, jemaah berisiko mengalami kelelahan, sulit berkonsentrasi, hingga tidak dapat menjalankan ibadah secara khusyuk.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, dehidrasi dapat berkembang menjadi heat stroke yang berbahaya.

“Kalau sudah kurang minum, cuaca panas, kelelahan, itu semua faktor risiko,” ujar Ridwan.

Ridwan pun mengingatkan bahwa kurang tidur turut memperbesar risiko gangguan kesehatan. Banyak jemaah, kata dia, cenderung langsung meningkatkan intensitas ibadah setibanya di Tanah Suci tanpa memperhatikan waktu istirahat.

“Fokusnya langsung ibadah. Kapan lagi, mungkin sekali seumur hidup sampai ke Tanah Suci. Jadi ibadah terus,” tuturnya.

Ridwan menegaskan, semangat beribadah merupakan hal baik, namun menjaga kondisi fisik tetap harus menjadi prioritas, terutama menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).