Penjelasan BMKG soal Gempa di Bogor Disertai Gemuruh-Dentuman
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Gempa bumi dengan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Bogor dan sekitarnya pada Kamis (10/4) malam. Gempa yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ini disertai dengan suara gemuruh dan dentuman, membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa fenomena suara gemuruh dan dentuman terjadi karena gempa yang berpusat di titik yang sangat dangkal.
"Suara tersebut muncul karena getaran frekuensi tinggi dekat permukaan, sekaligus sebagai bukti bahwa gempa yang terjadi memiliki kedalaman hiposenter sangat dangkal," kata Daryono dalam keterangannya pada Jumat (11/4/2025).
Daryono menambahkan bahwa fenomena suara ledakan, dentuman, dan gemuruh adalah hal yang umum terjadi pada gempa dengan kedalaman hiposenter yang sangat dangkal.
Di sisi lain, Daryono menjelaskan bahwa sejak gempa M4,1 mengguncang Bogor tadi malam, telah terjadi empat kali gempa susulan dengan magnitudo yang berbeda.
Empat kali gempa susulan itu tercatat hingga pukul 06.00 WIB Jumat pagi ini dengan rentang waktu yang tidak jauh berbeda dari gempa utama.
















