Menag Nasaruddin: Waisak Momen Umat Buddha Berkontemplasi Arti Kehidupan
Akhmad Baihaqi Arsyad
MAGELANG, (ERAKINI) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha di Indonesia untuk menjadikan momen Perayaan Puncak Tri Suci Waisak 2569 BE Tahun 2025 sebagai sarana berkontemplasi. Dengan kontemplasi, Menag yakin spiritual, jiwa umat akan semakin tertata dan relasi sosial kemasyarakatan pun terbangun menjadi lebih baik.
"Saya mengimbau setelah kontemplasi Waisak ini terjadi perubahan dalam diri kita. Seperti yang didoktrinkan oleh Siddhartha Gautama. Semoga malam ini tergores makna yang dalam, pikiran menjadi lebih jernih, langkah lebih tegar dan tindakan makin halus. Ini yang akan kita capai dari pertemuan suci ini," ujar Menag saat menyampaikan sambutan mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Perayaan Puncak Tri Suci Waisak 2569 BE Tahun 2025 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (11/5/2025) malam.
Menag meyakini jika umat melakukan kontemplasi maka kepribadian pun menjadi lebih matang. Pikiran, sikap maupun tindakan yang cenderung negatif pun akan bisa lebih mudah dikendalikan. Agar kehidupan lebih berarti, Menag mengajak umat Buddha mempraktikkan betul ajaran Siddhartha Gautama yang tidak silau dengan hal-hal keduniawiaan. Sebaliknya menurut Menag, Siddhartha adalah potret seorang guru sejati yang mengajarkan kesederhanaan, welas asih, penghormatan atas sesama makhluk, pengorbanan demi kemanusiaan dan juga mencintai kedamaian.















