Jelang HUT ke-21, Ditjen Bimas Buddha Gelar Aksi Bersih-Bersih Vihara
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Jelang Peringatan Hari Jadi ke-21 pegawai Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha bersama umat menggelar aksi bersih-bersih rumah ibadah pada wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan pelayanan kepada umat serta mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga kebersihan, kenyamanan rumah ibadah.
Peringatan HUT ke-21 Ditjen Bimas Buddha tahun ini lebih mengedepankan nilai-nilai kesederhanaan, kepedulian sosial, dan semangat pelayanan kepada umat. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kepedulian terhadap kebersihan serta kenyamanan rumah ibadah sebagai tempat umat menjalankan aktivitas keagamaan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menyebut bahwa peringatan hari jadi perlu menjadi kesempatan untuk memperkuat kedekatan antara pemerintah dan umat, bukan sekadar perayaan seremonial.
“Kami mengajak teman-teman di Bimas Buddha tidak hanya berhubungan dengan administrasi dalam bentuk layanan semata, tetapi juga aktivitas yang memang berada dekat dengan masyarakat,” ujarnya pada Jum’at (9/10/2026).
Menurut Supriyadi, kehadiran jajaran Ditjen Bimas Buddha di tengah masyarakat menjadi kesempatan untuk melihat kondisi rumah ibadah secara langsung, memahami kebutuhan umat, serta memperkuat kualitas pelayanan keagamaan. Ia mengajak seluruh ASN Ditjen Bimas Buddha, baik di pusat maupun daerah, untuk terus membangun kedekatan dengan umat melalui tindakan nyata.
“Dalam rangka memaknai hari jadi Bimas Buddha, saya mengajak umat Buddha, dimulai dari Vihara Tridharma Sutra Kota Tangerang ini, akan menyebar ke sembilan tempat vihara lainnya di seluruh wilayah Jabodetabek, dan juga akan menyebar ke seluruh Indonesia. Kami mengajak semua karyawan kita, baik yang di pusat maupun di daerah, agar juga melakukan kebajikan mendekat kepada umat. Sehingga seluruh jajaran Bimas Buddha itu bukan hanya dipandang sebagai pejabat saja, namun sesungguhnya kami ini adalah pelayan umat, abdi masyarakat, abdi negara,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, jajaran Ditjen Bimas Buddha juga berkesempatan berinteraksi dengan pengurus rumah ibadah dan umat untuk mendengar aspirasi serta memahami harapan mereka terhadap pelayanan pemerintah.
Lebih dari sekadar menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga mengandung makna untuk merawat kebersihan batin. Rumah ibadah yang terawat diharapkan menjadi bagian dari tumbuhnya kepedulian, ketulusan, dan semangat kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan tahun ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan efisiensi sekaligus manfaat kegiatan bagi masyarakat.
“Program-program kita itu harus seefisien mungkin, seefektif mungkin, namun berdampak kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa gerakan bersih-bersih rumah ibadah juga sejalan dengan semangat ekoteologi, yakni kepedulian terhadap lingkungan yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Dalam konteks ini, kepedulian tidak hanya berkaitan dengan kelestarian alam, tetapi juga kebersihan, sanitasi, dan kenyamanan tempat ibadah.
Triroso turut mengapresiasi para pengurus rumah ibadah dan umat yang berkontribusi dalam kegiatan sosial keagamaan. Menurutnya, pengabdian sosial merupakan investasi kebaikan yang dapat memperkuat hubungan antarsesama dan menumbuhkan kepedulian di tengah masyarakat.
“Investasi itu bukan hanya dolar, bukan hanya rupiah, bukan hanya yen, tapi perlu investasi sosial,” tuturnya.
Dirinya berharap rumah ibadah dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk bagi masyarakat di sekitarnya. Dengan semangat kepedulian dan gotong royong, rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat menjalankan kegiatan keagamaan, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial yang harmonis.
Apresiasi juga disampaikan oleh Pdt. Djuanda pengurus Vihara Vimalakirti Kota Tangerang. Menurutnya, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Buddha dan umat dalam menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, indah, nyaman, dan sehat.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan hari ini, sangat positif dan memotivasi karena menciptakan kolaborasi yang baik antara Kementerian Agama, dalam hal ini Bimas Buddha, dengan umat. Yang lebih penting dapat menciptakan suasana ibadah yang bersih, indah, nyaman, dan sehat, sehingga umat juga merasa nyaman untuk beribadah,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-21 Ditjen Bimas Buddha serta harapan agar Ditjen Bimas Buddha semakin maju dan terus meningkatkan pelayanan kepada umat.
Di tempat terpisah Pengurus Yayasan Cakrawala Dharma Indonesia Jakarta Utara, Meimei, turut menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama Ditjen Bimas Buddha dalam mendukung pelayanan kepada umat dan organisasi keagamaan Buddha.
“Saya sangat berterima kasih sekali atas dukungan, kerja sama, dan support-nya untuk Yayasan Cakrawala Dharma Indonesia. Harapan kami pada HUT ke-21 Ditjen Bimas Buddha, dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat dan lancar,” ujarnya.
Melalui gerakan bersih-bersih rumah ibadah, peringatan HUT ke-21 Ditjen Bimas Buddha menegaskan bahwa pengabdian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang membawa manfaat nyata. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian diharapkan terus menjadi bagian dari budaya pelayanan Ditjen Bimas Buddha, sehingga kehadiran pemerintah semakin dekat dan manfaatnya semakin dirasakan oleh umat.


















