Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan keterangan pers usai meluncurkan logo Hari Santri 2026, Selasa (22/9). Peluncuran ditandai dengan kick off Peta Jalan Hari Santri 2026 yang terdiri atas 11 kegiatan. Foto: Erakini
JAKARTA, (ERAKINI). — Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan logo Hari Santri 2026, Selasa (22/9). Peluncuran ditandai dengan kick off Peta Jalan Hari Santri 2026 yang terdiri atas 11 kegiatan.
Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat peran pesantren sebagai salah satu kekuatan penting dalam pembangunan bangsa.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, peringatan Hari Santri 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Tahun ini, Hari Santri diarahkan menjadi momentum kebangkitan santri dengan sekaligus kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren).
Menurut Nasaruddin, Kemenag telah menyiapkan sejumlah program yang akan mewarnai rangkaian Hari Santri 2026. Program tersebut mencakup penguatan kelembagaan, penghargaan, pendidikan, kepemudaan, kebudayaan, hingga pengembangan visi pesantren masa depan. Terdapat 11 agenda utama yang disiapkan dalam peta jalan tersebut.
Nasaruddin menegaskan, pembentukan Ditjen Pesantren tidak sekadar perubahan struktur birokrasi. Menurut dia, pesantren perlu memiliki entitas dan distingsi yang jelas sehingga pengembangannya dapat dilakukan secara lebih terarah.
Ia menyebut terdapat sekitar 42 ribu pesantren yang selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Dengan penguatan kelembagaan, pesantren diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan potensi pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan kehidupan sosial.
“Dengan hadirnya Ditjen Pesantren, otomatis nanti juga akan muncul entitas dan sekaligus distingsi tersendiri,” katanya.
Nasaruddin menekankan, penguatan pesantren juga harus diikuti dengan kesiapan konseptual dan kontekstual. Karena itu, masa transisi diperlukan agar Ditjen Pesantren dapat bekerja secara optimal.
Terlebih, Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan pesantren sebagai salah satu kekuatan moral dan sosial bangsa.
“Presiden Prabowo betul-betul sangat serius untuk melihat pesantren itu sebagai salah satu kekuatan bangsa, salah satu moral sosial bangsa ini yang diharapkan untuk lebih memperkokoh bangsa ini,” ujarnya.
11 Tahun Hari Santri
Sementara itu, Dirjen Pesantren Basnang Said menjelaskan, 11 kegiatan yang dicanangkan menandai 11 tahun diletakkannya fondasi Hari Santri dan diakui secara resmi melalui Keputusan Presiden Momor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.
"Untuk Hari Santri tahun 2026 ini kita akan mencoba memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah yang telah berkontribusi nyata dan aktif untuk pesantren," bebermya.
Tahun ini puncak Hari Santri akan digelar di Istora Senayan dengan tema 'Malam Bakti Santri untuk Negeri'. Malam Bakti ini direncanakan dihadiri langsung Presiden Prabowo.
"Kita berharap Bapak Presiden Prabowo berkenan hadir dan insya Allah nanti dalam minggu-minggu ini kami akan melayangkan surat ke beliau, tentu lewat Pak Menteri Agama untuk kemudian mengundang Bapak Presiden beliau hadir," jelasnya.
Berikut 11 Peta Jalan Hari Santri 2026:
1. Media Gathering Hari Santri (22 September 2026).
Peluncuran tema, logo, dan talk show.
2. Surat Santri untuk Presiden (22 September-8 Oktober 2026).
Sayembara menulis surat bagi santri dari seluruh Indonesia untuk menyampaikan mimpi, harapan, gagasan, dan pesan tentang masa depan bangsa kepada Presiden.
3. Pesantren Award (22 September-24 Oktober 2026).
Penghargaan kepada kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota.
4. Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (30 September-6 Oktober 2026 di Malang).
Ruang perjumpaan santri Nusantara untuk belajar, berkarya, berkolaborasi, dan membangun jejaring persaudaraan
5. Santrivision (2-20 Oktober 2026).
6. Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren
(8-9 Oktober 2026).
7. Mu'tamad Santri (14-15 Oktober 2026)
8. Festival Sarung dan Peci Santri (16 Oktober 2026).
9. Expo Kemandirian Pesantren (16-24 Oktober 2026 di Jakarta).
10. Upacara Hari Santri (22 Oktober 2026)
11. Malam Bakti Santri untuk Negeri
(24 Oktober 2026 di Istora Senayan Jakarta).