Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag, (Foto: Kemenag)
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar resmi melantik Basnang Said sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Basnang Said menjadi pejabat pertama yang memimpin Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren setelah satuan kerja tersebut dibentuk sebagai unit setingkat Eselon I di lingkungan Kemenag.
Dalam sambutannya, Nasaruddin mengatakan pembentukan Ditjen Pesantren merupakan langkah afirmatif pemerintah untuk menghadirkan era baru dalam pengelolaan ekosistem pesantren di Indonesia.
Menurut dia, kehadiran Ditjen Pesantren menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pesantren melalui kelembagaan yang lebih khusus dan memiliki kewenangan yang lebih kuat.
"Berdirinya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren sebagai satuan kerja setingkat Eselon I di Kementerian Agama merupakan langkah afirmatif untuk menghadirkan era baru bagi pengelolaan ekosistem pesantren di Indonesia," ujar Nasaruddin.
Basnang Said bukan sosok baru di lingkungan Kemenag. Sebelum dipercaya menjadi Dirjen Pesantren, ia menjabat sebagai Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI periode 2024-2026.
Putra Soppeng, alumni Pesantren As'adiyah
Basnang Said merupakan putra daerah asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Ia lahir di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, pada 2 Desember 1976.
Latar belakang pendidikan keagamaannya ditempuh di lingkungan Pondok Pesantren As'adiyah. Ia mengawali pendidikan di MI As'adiyah Lompulle, kemudian melanjutkan ke MTs I Putera Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang.
Setelah lulus MTs pada 1990, Basnang melanjutkan pendidikan ke MA Putera Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang dan menyelesaikannya pada 1993.
Pendidikan di lingkungan As'adiyah turut membentuk perjalanan akademik dan pengabdiannya sebelum kemudian meniti karier di bidang pendidikan dan birokrasi pemerintahan.
Basnang kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar. Ia memperoleh gelar Sarjana Agama (S1) pada 1998. Pendidikan magisternya ditempuh di Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar dan diselesaikan pada 2001.
Tidak berhenti di jenjang magister, Basnang melanjutkan pendidikan doktoral di UIN Alauddin Makassar. Ia menulis disertasi berjudul "Pendidikan Plural Analisis Kritis Penanaman Nilai-Nilai Pluralitas terhadap Peserta Didik".
Sidang promosi doktor Basnang Said berlangsung di Gedung Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar pada Senin, 28 Maret 2011.
Sebelum berkarier sebagai birokrat di Kemenag RI, Basnang Said tercatat pernah menjadi dosen di Universitas Al Asyariah Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Kemenag. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, antara lain Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI pada 2014.
Pada 2018, Basnang dipercaya menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pendidikan Pesantren pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.
Selanjutnya, Basnang dipercaya menjadi Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada periode 2024-2026. Kini, pengalaman panjang Basnang Said di bidang pendidikan pesantren dan birokrasi Kemenag membawanya ke posisi Dirjen Pesantren.
Penunjukan ini sekaligus menempatkan alumni Pondok Pesantren As'adiyah itu pada posisi strategis dalam pengelolaan dan pengembangan pesantren di Indonesia.