Banjir jadi ancaman musim mudik Lebaran 2024. Foto: Ilustrasi/Antara
JAKARTA, (ERAKINI) - Banjir jadi ancaman musim mudik Lebaran 2024. Polri mencatat setidaknya terdapat 116 titik ruas jalan jalur mudik yang terdeteksi terendam banjir di sejumlah wilayah Indonesia.
“Ada 116 yang terdeteksi, dan kami siapkan 112 titik alternatif,” ujar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo seusai rapat koordinasi lintas sektor kesiapan Operasi Ketupat 2024 di Jakarta, Senin (25/3/2024).
Kapolri menjelaskan, jalur alternatif ini disiapkan karena berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca pada saat arus Mudik Lembaran kemungkinan masih terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga ringan.
“Kami akan sosialisasikan terlebih dahulu hingga masyarakat bisa menyadari titik-titik yang terendam banjir,” kata Sigit.
Secara umum serbagai strategi telah disiapkan Polri jelang berlangsungnya mudik lebaran 2024. Demi keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat dalam mudik, Polri telah melakukan pengecekan di jalur Banten hingga Jawa Timur:
“Tentu untuk mudik kali ini, kita mempersiapkan strategi terkait dengan rekayasa lalu lintas yang dilaksanakan, termasuk sebelumnya didahului dengan survei, khusnya di jalur yang dimulai dari Banten sampai dengan Jawa Timur,” ujar Kapolri.
Salah satunya Polri melakukan pengecekan untuk mengetahui jalur mudik yang terjadi kerusakan dan rawan kecelakaan lalu lintas. Nantinya jalur tersebut akan diperbaiki.
“Mulai dari jalur-jalur yang terjadi kerusakan, maupun jalur-jalur yang perlu ditambah dengan tanda-tanda atau marka jalan, termasuk juga wilayah-wilayah yang selama ini menjadi rawan laka (kecelakaan lalu lintas),” jelasnya.
Langkah-langkah tersebut, menurut Kapolri, menjadi sangat penting mengingat terjadi penurunan penurunan angka kecelakaan saat mudik tahun 2023 dibanding 2022.
Kendati demikian, Kapolri memastikan akan mengantisipasi mudik dengan maksimal di tengah kenaikan jumlah pemudik pada tahun ini.
Di sisi lain, Polri menyiapkan 5.784 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2024.
“Kurang lebih 5.784 pos yang akan disiapkan untuk memberi pelayanan, baik di jalan tol, rest area, arteri, dan jalur wisata,” kata Sigit.
Sementara Kepala BMKG Dwikora Karnawati yang hadir dalam rakor menyampaikan, pemerintah sudah mengantisipasi potensi banjir. Untuk itu, para pemudik diimbau terus memantau info BMKG dan Inaris BNPB.
Menurut dia, begitu bencana terdeteksi banjir, pihaknya akan berkoordinasi dengan BNPB untuk mencegah supaya tidak terjadi bencana banjir. “Kami juga siapkan teknologi modifikasi cuaca,” katanya.
Hal terpenting, lanjut dia, para pemudik diingatkan untuk terus memantau informasi cuaca dan kebencanaan agar dapat merencanakan mudik terhindar dari zona rawan bencana terutama banjir.
Pemerintah memperkirakan Idul Fitri 1445H/2024 jatuh pada 10 April. Hasil survei Kemenhub memprediksi terdapat sekitar 93 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik-balik di Lebaran 2024. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi mulai 5 sampai 8 April, dan arus balik 13 sampai 16 April 2024.