Wakil Rektor II UIN Jakarta Prof Imam Subchi saat sambutan dalam tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 di Ciputat, Tangerang Selatan pada Rabu (7/1/2026) (Foto: UIN Jakarta)
TANGERANG SELATAN, (ERAKINI) - Madrasah Pembangunan (MP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 di Ciputat, Tangerang Selatan pada Rabu (7/1/2026). Peringatan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan momentum integrasi pengelolaan MP ke dalam Badan Layanan Umum (BLU) UIN Jakarta.
Integrasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1543 Tahun 2025. Melalui kebijakan ini, MP UIN Jakarta resmi menjadi bagian dari pengelolaan BLU UIN Jakarta.
Direktur Badan Usaha dan Sekolah (BUS) UIN Jakarta, Teguh Sarwono, mengatakan MP UIN Jakarta memiliki posisi historis penting dalam ekosistem UIN Jakarta. Menurutnya, MP bukan sekadar unit pendidikan, tetapi juga laboratorium pengembangan model pendidikan Islam yang terintegrasi.
“IntegrasiMadrasah Pembangunan dengan UIN Jakarta bukan hanya bersifat administratif, melainkan bagian dari visi besar membangun pendidikan Islam yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Teguh dalam keterangan resminya, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, pendidikan inklusif harus dimaknai sebagai keberpihakan pada keadilan sosial, kesetaraan akses, serta pengembangan potensi seluruh peserta didik tanpa diskriminasi.
Karena itu, BUS UIN Jakarta berkomitmen memperkuat kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus berakar pada nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.
Sementara itu, Wakil Rektor II UIN Jakarta, Prof Imam Subchi, menilai perjalanan 52 tahun MP UIN Jakarta mencerminkan keberhasilan lintas generasi dalam membangun tradisi pendidikan yang unggul secara akademik dan kuat dalam pembentukan karakter.
“Keunggulan Madrasah Pembangunan terletak pada perpaduan kurikulum nasional, internasional, dan global yang bertumpu pada kurikulum Islam. Hal ini melahirkan alumni dengan ragam profesi strategis, termasuk akademisi dan guru besar,” ujar Prof Imam.
Ia juga menegaskan pentingnya kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan dalam menjaga kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran.
“Pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud jika pendidiknya sejahtera dan didukung sarana serta prasarana yang memadai,” jelasnya.
Ke depan, UIN Jakarta menargetkan pengembangan kelas percontohan serta pembenahan infrastruktur dasar, seperti ruang kelas dan sanitasi, guna menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan sehat.
Lebih lanjut, MP UIN Jakarta juga diarahkan untuk terus memperkuat kurikulum Islam berlandaskan akhlakul karimah dan keislaman nusantara, sekaligus memperluas wawasan global melalui penguasaan sains dan teknologi. Peringatan HUT ke-52 MP UIN Jakarta dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari penampilan seni budaya dan kreativitas siswa, napak tilas sejarah MP, hingga refleksi kiprah alumni.
Pada momen tersebut, MP UIN Jakarta juga memberikan berbagai apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan berprestasi serta yang telah lama mengabdi. Penghargaan tersebut di antaranya berupa paket umrah untuk 10 orang, penghargaan bagi lima guru berprestasi, serta apresiasi kepada 31 pegawai dengan masa pengabdian panjang, disertai doorprize dan hadiah lainnya.