Menteri Haji dan Umrah Muhammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan saat membuka kegiatan ujian Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara bagi peserta Seleksi Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tingkat Pusat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (18/12/2025). (Foto: Kemenhaj)
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar ujian Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara bagi peserta Seleksi Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tingkat Pusat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (18/12/2025).
Sebanyak sekitar 5.200 peserta mengikuti tahapan seleksi tersebut. Menteri Haji dan Umrah Muhammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan, tingginya jumlah pendaftar mencerminkan besarnya kepercayaan publik terhadap Kemenhaj yang untuk pertama kalinya mengelola penuh penyelenggaraan ibadah haji.
“Peserta terbanyak tahun ini mencapai 11.349 orang. Artinya, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah semakin besar. Kepercayaan umat kepada kita juga besar,” kata Gus Irfan saat membuka kegiatan di hadapan ribuan peserta seleksi.
Menurut Gus Irfan, mendapatkan kepercayaan publik bukanlah hal mudah, namun menjaga kepercayaan tersebut jauh lebih menantang. Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji untuk menjaga integritas dan profesionalisme.
“Tolong jaga kepercayaan masyarakat yang cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Layani jamaah dengan sebaik-baiknya, karena tugas utama petugas haji adalah melayani tamu-tamu Allah,” ujar dia.
Gus Irfan juga menekankan bahwa melayani jamaah haji bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah besar. Bahkan, jika dihadapkan pada pilihan antara pekerjaan atau membantu jamaah, ia meminta petugas untuk mengutamakan pelayanan jemaah.
“Ketika kita dipercaya menjadi petugas haji, maka yang utama adalah membantu dan melayani jamaah. Itulah prioritas,” kata dia.
Lebih lanjut, Gus Irfan menegaskan bahwa seleksi PPIH tahun ini menjadi bagian penting dari upaya membangun tata kelola penyelenggaraan haji yang bersih dan transparan. Gus Irfan memastikan tidak ada praktik kecurangan dalam proses seleksi.
“Kami ingin proses ini berjalan sesuai aturan dan bersih. Tidak ada permainan, baik dari penyelenggara maupun peserta,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Penyelenggara Haji dan Umrah sekaligus Ketua Panitia Seleksi PPIH, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa jumlah pendaftar seleksi PPIH 2026 mencapai 11.349 orang, tertinggi sepanjang sejarah rekrutmen petugas haji Indonesia.
“Pendaftar melalui aplikasi sebanyak 11.349 orang. Seingat saya, ini yang terbanyak, rekor,” kata Puji.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.201 peserta dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan berhak mengikuti ujian CAT serta wawancara. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), non-ASN, hingga kalangan profesional.
Mereka bersaing mengisi berbagai formasi layanan selama operasional haji 2026 di Arab Saudi, seperti layanan kloter, akomodasi, konsumsi, Media Center Haji (MCH) hingga transportasi.
Adapun pelaksanaan ujian CAT di Asrama Haji Pondok Gede tidak hanya menguji pengetahuan peserta terkait regulasi dan tugas PPIH, tetapi juga mengukur komitmen terhadap standar pelayanan. Proses seleksi dirancang agar berlangsung adil dan akuntabel.