KAI Batalkan 34 Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Akibat Banjir
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga Senin (19/1/2026), masih melakukan pembatalan 34 perjalanan kereta api jarak jauh akibat banjir. Langkah ini sebagai bagian dari pengaturan operasional selama proses pemulihan berlangsung. Secara kumulatif, hingga hari ini tercatat sekitar 38 ribu pelanggan sudah melakukan pembatalan.
“Pengaturan ini dilakukan untuk memastikan setiap perjalanan yang dioperasikan benar-benar aman bagi pelanggan dan petugas,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya,
Anne menyampaikan bahwa proses pemulihan operasional perjalanan kereta api di sejumlah lintasan terdampak banjir masih terus dilakukan. Dalam kondisi tersebut, KAI menerapkan pengaturan operasional secara hati-hati dan adaptif dengan keselamatan perjalanan sebagai prioritas utama.
Seluruh keputusan operasional diambil berdasarkan hasil pemeriksaan teknis di lapangan serta mempertimbangkan dinamika kondisi cuaca dan prasarana.
“Penanganan prasarana di sejumlah titik terdampak menunjukkan kemajuan. Kereta api sudah dapat melintas kembali di lintasan utama dengan pengaturan kecepatan dan pengamanan sesuai standar keselamatan,” jelas Anne.
Di Daop 4 Semarang, pemulihan pada petak jalan Pekalongan–Sragi menunjukkan perkembangan. Sekitar pukul 05.10 WIB, genangan di jalur hulu dan hilir berhasil ditangani sehingga seluruh kereta api dapat kembali melintas menggunakan lokomotif dinas masing-masing.
Pada tahap ini, masih diberlakukan pembatasan kecepatan 30 km/jam sambil menunggu kecukupan pemadatan balas menggunakan Multi Tie Tamper (MTT), yaitu mesin perawatan jalan rel yang berfungsi mengangkat, menata, dan memadatkan batu balas agar geometri rel kembali sesuai standar keselamatan.


















