JAKARTA, (ERAKINI) - Dunia perfilman Tanah Air berduka. Sutradara senior Gunawan Paggaru meninggal dunia pada Senin (27/10/2025). Kabar duka ini disampaikan pihak keluarga melalui unggahan di media sosial dan sejumlah pesan duka yang beredar di berbagai platform.
“Innalillahi wa innailaihi rajiun. Telah meninggal dunia ayah kami, sahabat kami, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia, Almarhum Gunawan Paggaru di kediamannya hari ini, 27 Oktober 2025,” demikian bunyi pesan duka yang tersebar di media sosial.
Dilansir dari berbagai sumber pada Senin (27/10/2025), nama Gunawan Paggaru mungkin tak sepopuler sineas muda yang kini menghiasi layar bioskop, namun kontribusinya bagi perfilman Indonesia membentang panjang sejak era 1980-an. Lahir pada 17 Juni 1962, Gunawan dikenal sebagai sutradara dan editor kawakan yang meniti karier dari kelompok Teater Populer asuhan maestro Teguh Karya.
Gunawan mulai menapaki dunia film pada 1983 setelah bergabung dalam kelompok kerja film Teater Populer. Awalnya, ia berperan sebagai penulis naskah. Namun di bawah bimbingan Teguh Karya, bakatnya berkembang ke berbagai bidang lain, termasuk penyuntingan dan penyutradaraan.
Kemampuannya membuatnya meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Piala Estutur dalam Festival Film Indonesia (FFI) serta penghargaan sebagai editor terbaik di Festival Sinetron Indonesia (FSI).
Sebagai sutradara, Gunawan dikenal memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai budaya dan tradisi lokal. Hal ini tampak dalam sejumlah karya dokumenternya seperti Pacu Jalur, Panggilan Dua Hati, dan Mengangkat Batang Terendam.
Sementara di layar lebar, ia menelurkan sejumlah film, antara lain Issue, Syahadat Cinta, Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji, dan Danum Baputi: Penjaga Mata Air.
Selain film, Gunawan juga aktif menggarap berbagai sinetron populer di era 1990-an hingga 2000-an, seperti Opera SMU, Bunga Perawan, Pink, Melodi, Kugapai Cintamu, hingga Mengejar Lailatul Qodar.
Pada 2009, bersama Embie C. Noer, Keke Dwipayudha, Haedar M. Diah, dan Usman C. Noer, Gunawan mendirikan komunitas Kedai Film Nusantara di bawah Yayasan Karya Budaya Nusantara. Komunitas ini menjadi ruang kreatif dan diskusi bagi para pembuat film independen.
Tiga tahun kemudian, ia bergabung dengan Next Academy sebagai tenaga pengajar di bidang penyutradaraan. Gunawan juga kerap menjadi pembicara dan mentor di berbagai workshop film, berbagi pengalaman panjangnya kepada generasi muda.
Dalam bidang organisasi, ia pernah menjabat sebagai Pimpinan Bidang Organisasi di Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia (KFT) periode 2015-2019, serta menjadi pengurus Badan Perfilman Indonesia (BPI) untuk bidang Organisasi dan Jaringan periode 2017-2020.
Dari ruang editing yang sunyi hingga ruang kelas tempatnya berbagi ilmu, Gunawan Paggaru dikenal sebagai sosok yang setia pada satu keyakinan: bahwa film adalah cara untuk memahami dan memperkaya kehidupan.