Fakta-fakta Kongres Projo: Ganti Logo, Budi Arie Gabung Gerindra, hingga Tak Lagi 'Pro Jokowi'
Abdul Rahman Ahdori







Berikut beberapa fakta menarik dari Kongres III Projo:
1. Projo akan ganti logo
Dalam kongres kali ini, Projo memutuskan untuk mengganti logo organisasi. Ke depannya, logo Projo tidak lagi menampilkan wajah Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari transformasi organisasi agar Projo tidak terkesan mengultuskan satu sosok tertentu.
“Dalam rangka itu, Projo akan melakukan transformasi organisasi, yang salah satunya adalah kemungkinan mengubah logo Projo,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, Projo kini ingin tampil dengan identitas baru yang lebih mencerminkan semangat kebangsaan dan kemandirian organisasi.
Dalam sambutannya, Budi Arie juga mengungkapkan keinginannya untuk bergabung dengan Partai Gerindra. Ia mengaku keputusan itu didasari komunikasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Mohon izin, jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Tidak usah ditanya lagi partainya apa. Karena saya mungkin satu-satunya orang yang diminta langsung oleh Presiden di sebuah forum,” kata Budi di hadapan peserta kongres.
3. Semangat dukung kepemimpinan Prabowo
Budi menegaskan bahwa langkah politiknya tidak lepas dari semangat memperkuat kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai arah kebijakan yang dijalankan Prabowo selama ini telah memberi dampak positif bagi bangsa.
“Kita berharap bisa memperkuat agenda politik Pak Prabowo agar kepemimpinan beliau lebih kuat dan solid. Karena itu, kita akan memperkuat seluruh agenda politik Presiden dengan memperkuat partai politik pimpinan Presiden,” ujarnya.
4. Jokowi tak hadir
Meski menjadi figur yang menginspirasi berdirinya Projo, Presiden Joko Widodo dipastikan tidak hadir dalam Kongres III kali ini. Kendati demikian, acara tetap dihadiri sejumlah tokoh nasional serta perwakilan dari partai politik pendukung pemerintah.
5. Tak lagi Pro Jokowi
Budi Arie membantah Projo adalah singkatan dari Pro Jokowi seperti yang selama ini diperdengarkan.
Dia menyebut nama Projo berasal dari bahasa Sansekerta maupun bahasa Jawa Kawi.
"Projo itu artinya negeri dan rakyat. Jadi Projo itu sendiri artinya adalah negeri dalam bahasa Sansekerta, dan dalam bahasa Jawa Kawi itu artinya rakyat," kata Budi Arie.
