Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua madrasah kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (26/8/2025).
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua madrasah kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (26/8/2025). ingin memastikan program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini diterima dengan baik oleh para siswa.
Kunjungan pertama, Menag mendatangi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Amin di Jalan Raya Tengah, Condet Raya, Batu Ampar, Kramat Jati. Di sana Nasaruddin mengecek langsung menu MBG yang disediakan untuk siswa. Ia lalu menyapa dan mengajak para siswa untuk makan barsama.
"Ayo, doa dulu sebelum makan," ajak Menag yang disambut riuh siswa. "Saya tanya dulu, enak enggak makanannya ini? tanya Menag. "Enak, enak," jawab siswa.
"Dihabisin semuanya ya. Di dalamnya itu ada apa? Ada nasi, apa lagi? Ada ayam. Siapa yang suka makan ayam?" kata Menag.
Menag pun mengajak siswa untuk bersyukur karena untuk pertama kali Indonesia akhirnya punya Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan siswa. Hal ini berkat komitmen Presiden Prabowo Subianto.
"Saya ingin tanya, siapa nama Presiden Indonesia? Siapa yang memberikan? Bapak Presiden. Alhamdulillah anak-anakku, setiap hari nanti, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, akan makan enak," sebut Menag.
Adapun menu MBG yang diterima siswa terdiri dari paket nasi, sayur, daging ayam/sapi, buah, dan susu kotak. Menu MBG ini akan diberikan bervariasi agar siswa tidak bosan.
Setelah mendatangi MI Al Amin, Nasaruddin Umar melanjutkan peninjauan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Jakarta di Jalan Mangga, Batu Ampar, Kramat Jati.
Siswa tak kalah semringah menyambut kedatangan Menag. Di sini Menag kembali menyapa para siswa terkait program MBG. "Ada susunya enggak? Ada tempatnya enggak? Bersih enggak? Tidak basi kan? Nah, siapa yang punya program ini? Kita perlu berterima kasih kepada Presiden Indonesia. Tahu enggak siapa nama presiden sekarang ini? tanya Menag.
Menag pun memastikan menu MBG yang diterima para siswa sudah terjamin, baik dari sisi gizi maupun kebersihan. "Makan bergizi gratis ini sudah diteliti oleh para ahli gizi. Dimasak oleh tukang masak yang spesial. Kemudian juga sumbernya, bahan-bahannya, pun juga itu steril," tegas Menag.
Menurut Nasaruddin, apa yang sudah diterima para siswa madrasah saat ini menjadi bukti bahwa program MBG menyasar semua siswa. Tidak ada bedanya antara sekolah umum maupun madrasah.
Di hadapan ratusan siswa, Nasaruddin menyampaikan bahwa kedatangannya ke MTs ini untuk memastikan langsung apakah semua siswa benar-benar mendapatkan MBG. "Saya ingin tanya, ada enggak di antara kalian yang tidak dapat? Semuanya dapat?" tanya Menag yang dijawab, "Dapat" oleh siswa.
"Gurunya gimana? Kalau grunya juga ada tunjunan makanannya, iya kan? Alhamdulillah, anak-anakku semua, kita berdoa semoga ini berkelanjutan. Mau makan begini sampai tamat SMA? Mau enggak? Nah, sekarang kita bersyukur," kata Nasaruddin.
Menag pun kembali mengajak para siswa bersyukur dengan yang didapat hari ini. Sebab, di banyak negara, saat ini sedang kesulitan ekonomi, dan bahkan dilanda perang yang berkepanjangan.
"Apalagi di Timur Tengah, di situ banyak perang. Banyak sekali orang tidak bekerja, tapi disungguhin makanan dari bantuan-bantuan dari pesawat. Ada makan siang tidak makan malam. Di Palestina enggak ada lagi sekolah. Satu generasi buta huruf, tidak bisa membaca di situ, anak-anakku semua. Banyak yang kelaparan," ucap Menag.
"Nah, kita di Indonesia, malah sebaliknya. Malah pemerintah kita memberikan makanan gratis kepada anak-anak yang dulu kita tidak pernah ada. Maka, apa yang kita ucapkan sebagai seorang Muslim? Alhamdulillah. Nah, inilah anak-anakku semua. Mari kita mendoakan pemerintah kita, kepada presiden kita Bapak Haji Prabowo, supaya Beliau sehat wal afiat," pungkas Menag.